Home Berita Atap Gedung SMA Unggulan di Sragen Ambruk Saat Pembangunan, 6 Pekerja Terluka

Atap Gedung SMA Unggulan di Sragen Ambruk Saat Pembangunan, 6 Pekerja Terluka

63
0

LINGKARSOLO, SRAGEN – Peristiwa runtuhnya atap bangunan terjadi saat proses pembangunan gedung SMA unggulan milik Yayasan Tunas Harapan di wilayah Mondokan, Kabupaten Sragen, Sabtu (25/4/2026) siang. Insiden ini mengakibatkan enam pekerja mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB di lokasi proyek yang berada di Dukuh Kaligunting, Desa Kedawung. Saat itu, sejumlah pekerja tengah mengerjakan bagian atap bangunan dua lantai tersebut.

Salah satu pekerja, Tarmuji, mengaku sempat mendengar suara patahan dari rangka atap sebelum akhirnya bangunan tersebut ambruk. “Saya dengar suara patah, terus tiba-tiba atapnya langsung runtuh,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun lingkarsolo, total ada delapan pekerja yang berada di atas atap saat kejadian berlangsung. Enam di antaranya menjadi korban dengan berbagai luka, mulai dari cedera di bagian kepala, kaki, hingga tangan. Para korban langsung dievakuasi menggunakan tiga ambulans menuju Klinik Agra Medika di Mondokan.

Setelah mendapat penanganan awal, seluruh korban kemudian dirujuk ke RSUD Gemolong. Empat orang di antaranya harus dirawat inap dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Moewardi Surakarta karena kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Sementara dua korban lainnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Kapolsek Mondokan, AKP Sukarno, yang memimpin langsung penanganan di lokasi, mengatakan pihaknya segera melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Polres Sragen.

“Kami langsung lakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian,” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan antara lain beberapa potongan rangka baja ringan serta genting yang digunakan dalam pembangunan atap tersebut. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya bangunan.

Berdasarkan informasi sementara, pembangunan gedung tersebut tidak melibatkan kontraktor profesional. Proyek diketahui langsung dikelola oleh pihak yayasan, dengan penanggung jawab atas nama inisial WAP.

Bangunan yang sedang dikerjakan memiliki ukuran cukup besar, dengan panjang sekitar 38 meter dan tinggi mencapai 10 meter. Struktur lantai dua terdiri dari tiga ruang utama yang juga masih dalam tahap pengerjaan.

Hingga saat ini, penyebab pasti runtuhnya atap masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Kerugian material juga masih dalam tahap perhitungan oleh pihak yayasan.

Pihak kepolisian menghimbau agar setiap proyek pembangunan memperhatikan standar keselamatan kerja guna menghindari kejadian serupa. Selain itu, penggunaan tenaga profesional juga dinilai penting untuk memastikan keamanan konstruksi.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here