LINGKARSOLO, SURAKARTA – Viralnya video aksi tak pantas pasangan muda-mudi di kawasan Plaza Manahan menuai sorotan publik. Rekaman yang beredar luas di media sosial itu memancing banyak komentar dari masyarakat karena dinilai mencoreng ruang publik di Kota Solo.
Menanggapi kejadian tersebut, Selasa (12/05/26) Wali Kota Solo Respati Ardi angkat bicara. Ia menyebut pemerintah kota memberikan perhatian serius terhadap kejadian yang sempat ramai dibahas warganet itu.
Menurut Respati, saat ini Pemkot Solo terus mengembangkan ruang terbuka dan fasilitas publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar tempat umum tetap digunakan secara bijak dan sesuai norma.
“Kami sangat memperhatikan sekali. Saat ini kami sedang mengembangkan banyak public space dan ruang terbuka. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal seperti itu,” ujarnya.
Ia juga meminta para orang tua ikut berperan aktif dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Menurutnya, pengawasan dari keluarga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kami menghimbau semuanya, terutama orang tua, untuk menjaga dan mendidik anaknya, bertanggung jawab, serta membatasi pergaulan yang mungkin kurang baik sehingga terjadi hal seperti itu,” lanjutnya.
Selain itu, Respati mengatakan pendidikan mengenai adab dan kesusilaan akan terus diperkuat, termasuk di lingkungan sekolah formal. Pemkot Solo disebut akan memastikan nilai-nilai tersebut kembali menjadi perhatian bersama.
Ia berharap kejadian yang viral di media sosial tersebut tidak kembali terulang di ruang publik Kota Solo. Meski demikian, Respati menilai pengawasan tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata.
Menurutnya, ruang publik merupakan milik bersama sehingga masyarakat juga diharapkan memiliki kepedulian untuk saling menjaga dan mengingatkan.
“Public space atau tempat publik terbuka itu milik warga. Jadi warga juga harus saling membantu dan saling mengingatkan apabila terjadi hal-hal yang mempermalukan,” tegasnya.
Sementara itu, video viral tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Redaktur : Silvia Agnes








