Home Berita 430 Personel Polres Sragen Turun, Simulasi Sispamkota Digelar Besar Jelang May Day

430 Personel Polres Sragen Turun, Simulasi Sispamkota Digelar Besar Jelang May Day

77
0

LINGKARSOLO, SRAGEN — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, jajaran Polres Sragen menggelar latihan pengamanan kota dalam skala besar. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan gangguan kamtibmas di wilayah Sragen.

Latihan Sispamkota tersebut digelar pada Kamis (23/4/2026) pagi di Gedung Sasana Manggala Sragen. Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan personel sudah bersiaga mengikuti rangkaian simulasi yang disiapkan.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memimpin langsung kegiatan ini, didampingi Wakapolres Kompol Nunung Farmadi. Sejumlah pejabat utama dan para Kapolsek juga ikut hadir untuk memastikan jalannya latihan berjalan sesuai rencana.

Total sebanyak 430 personel diterjunkan dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai satuan, mulai dari Dalmas awal, tim negosiator dari Polwan, hingga pasukan penguatan yang disiapkan jika situasi berkembang di lapangan.

Sebelum simulasi dimulai, kegiatan diawali dengan Tactical Floor Game (TFG). Dalam sesi ini, seluruh peserta mendapatkan gambaran skenario pengamanan, termasuk langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat.

Setelah itu, latihan dilanjutkan ke simulasi lapangan. Dalam praktiknya, diperagakan bagaimana tahapan penanganan massa dilakukan secara bertahap, mulai dari pendekatan persuasif hingga pengendalian jika situasi meningkat.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan bahwa latihan ini penting untuk menjaga kesiapan anggota di lapangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih kesiapan personel dalam menghadapi perkembangan situasi kamtibmas yang berpotensi kontinjensi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dinamika kebijakan maupun situasi sosial saat ini bisa memicu gejolak di masyarakat. Karena itu, aparat kepolisian harus selalu siaga.

“Kita harus siap mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga langkah pengamanan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Menurutnya, latihan seperti ini juga menjadi sarana penyegaran bagi anggota. Dengan begitu, setiap personel memahami tugasnya masing-masing saat diterjunkan.

“Kegiatan ini bukan yang pertama, namun harus terus dilakukan agar setiap anggota paham peran dan tanggung jawabnya di lapangan,” lanjutnya.

Selain melibatkan internal kepolisian, latihan ini juga menggandeng unsur lain seperti Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Keterlibatan lintas instansi ini menjadi bagian dari sistem pengamanan terpadu.

Meski dilakukan dalam skenario kontingensi, kondisi wilayah Sragen hingga saat ini dipastikan tetap aman. Komunikasi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat juga berjalan baik.

“Komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok buruh, berjalan dengan baik. Ini menjadi modal penting untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya lagi.

Dalam simulasi tersebut, seluruh tahapan pengamanan dilakukan sesuai prosedur. Mulai dari pengendalian massa oleh Dalmas awal, negosiasi oleh Polwan, hingga penanganan lanjutan oleh tim Raimas jika kondisi meningkat.

Latihan ini menjadi bukti keseriusan Polres Sragen dalam menjaga keamanan wilayah. Selain kesiapan personel, sinergi antarinstansi dan pendekatan humanis juga menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai situasi di masyarakat.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here