Home Berita Sekolah Negeri Surakarta Didorong Perkuat Basic Skill Siswa, Ini Tiga Materi Tambahannya

Sekolah Negeri Surakarta Didorong Perkuat Basic Skill Siswa, Ini Tiga Materi Tambahannya

94
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mulai mendorong penguatan keterampilan dasar bagi siswa di sekolah negeri. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan kebijakan tersebut saat bertemu dengan guru dan kepala sekolah se-Surakarta di Balai Tawang Arum, Senin (14/9/2026). Pertemuan itu membahas penerapan materi Basic Skill di sekolah yang mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Respati mengatakan bahwa sekolah negeri perlu melakukan pengembangan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin sesuai dengan kebutuhan siswa. Menurutnya, peningkatan kualitas menjadi salah satu cara agar masyarakat kembali menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan pendidikan.

“Kita melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar supaya masyarakat kita percaya kembali ke sekolah negeri dan tetap terjangkau,” kata Respati.

Selain penguatan layanan, Pemkot Surakarta juga mendorong adanya tiga materi tambahan yang dapat diterapkan di sekolah. Materi tersebut meliputi life skill, budaya tertib berlalu lintas, serta materi kemanusiaan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkot akan menggandeng sejumlah pihak. Respati menyebut keterlibatan lembaga, komunitas, organisasi maupun pihak lain diperlukan agar materi tambahan tersebut tidak hanya menjadi teori di dalam kelas.

Ia juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak di luar sekolah.

“Kepala sekolah hari ini harus bisa berkomunikasi dengan pihak swasta, melibatkan komunitas, organisasi saja di sekitar negeri yang penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan negeri,” ujarnya.

Respati menambahkan, penerapan program tersebut akan dipantau secara langsung. Pemkot ingin memastikan sekolah mampu menjalankan pengembangan materi sesuai kebutuhan siswa dan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih luas.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Surakarta melakukan pendampingan terhadap sekolah negeri. Dengan adanya keterampilan tambahan, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh kemampuan akademik, tetapi juga memiliki bekal yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kota Surakarta menilai kolaborasi antara sekolah dengan berbagai unsur masyarakat menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here