LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta melakukan penataan besar terhadap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Putri Cempo. Struktur organisasi hingga jajaran pimpinan di kawasan tersebut akan dievaluasi sebagai bagian dari langkah serius Pemkot Surakarta menangani persoalan di TPA Putri Cempo.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan hal itu setelah melantik 51 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, di Bale Tawangarum, Senin (5/10/2026).
Sebanyak 13 pejabat administrator dan 38 pejabat pengawas dilantik dalam agenda tersebut. Pengisian jabatan ini disebut menjadi bagian dari penguatan organisasi dan upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, perhatian Respati juga diarahkan pada pengelolaan Putri Cempo. Ia memastikan struktur UPTD Putri Cempo akan ditata kembali secara menyeluruh. Langkah tersebut juga berkaitan dengan penguatan peran sejumlah unsur di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“UPTD Putri Cempo kami rombak total. DLH paling banyak, PLDPI untuk optimalisasi PLDPI. Jadi memang kemarin bukan kita mau menepis berita kalau itu dibubarkan, bukan. PLDPI malah justru ada pejabat-pejabat pengisian di sana,” jelas Respati.
Menurut Respati, perubahan struktur bukan sekadar pergantian personel. Kinerja organisasi dan jajaran pimpinan akan terus ditinjau untuk memastikan penanganan di TPA Putri Cempo berjalan lebih baik.
Ia mengatakan Pemkot Surakarta akan melakukan pengawasan secara berkelanjutan, termasuk terhadap struktur di Putri Cempo maupun sejumlah bagian di DLH.
“Ini sebagai langkah awal saja, dan semoga pelayanan lebih baik. Intinya pimpinan di Putri Cempo, struktur di Putri Cempo dan banyak di DLH akan kita review terus, kita awasi terus, salah satunya pimpinan diganti. Ini keseriusan kita terhadap penanganan Putri Cempo,” tegasnya.
Sementara itu, pelantikan 51 pejabat tersebut juga menjadi momentum bagi Pemkot Surakarta untuk memperkuat organisasi pemerintahan. Respati meminta pejabat yang mendapat amanah baru bekerja dengan penuh tanggung jawab.
“Selamat bertugas, selamat bekerja. Jaga amanah, tetap integritas,” ujar Respati.
Selain penataan Putri Cempo, Pemkot Surakarta turut menyiapkan penguatan penataan pedagang kaki lima melalui UPTD PKL yang baru dibentuk. Salah satu rencana yang disiapkan yakni sertifikasi bagi PKL sebagai bagian dari upaya penataan yang lebih baik.
“UPTD PKL tentunya baru. Itu nanti juga kita akan ada terobosan untuk sertifikasi PKL, kami membersamai para pedagang PKL yang baik,” katanya.
Respati kembali menekankan bahwa seluruh pejabat harus menjaga kejujuran dan integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Pesannya berintegritas. Jujur, berintegritas, amanah,” pungkasnya.
Redaktur : Silvia Agnes









