Home Berita Pasca Haul Solo 2026, Sampah Jadi Pekerjaan Bersama dan Ekonomi Kota Ikut...

Pasca Haul Solo 2026, Sampah Jadi Pekerjaan Bersama dan Ekonomi Kota Ikut Bergerak

55
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Rangkaian Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Kota Surakarta telah berakhir. Setelah kawasan kegiatan dipadati ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah, pekerjaan berikutnya masih berlangsung, terutama membersihkan sisa sampah di sejumlah titik.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi meninjau kondisi kawasan setelah pelaksanaan haul. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menyelesaikan proses pembersihan agar fasilitas umum dapat kembali digunakan dan aktivitas warga berjalan normal.

Menurut Respati, sejumlah akses jalan juga telah dibuka kembali setelah sebelumnya digunakan untuk mendukung mobilitas jamaah. Namun, kebersihan kawasan menjadi perhatian karena tingginya aktivitas selama rangkaian haul.

“Pekerjaan belum selesai. Saya mengajak semuanya untuk bisa bersama-sama membersihkan sisa sampah di kawasan,” ujar Respati.

Besarnya jumlah jamaah yang hadir membuat aktivitas di sekitar lokasi haul meningkat signifikan. Kehadiran ratusan ribu jamaah juga berdampak pada meningkatnya kegiatan perdagangan dan jasa di Kota Solo.

Respati menyebut volume sampah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut cukup besar. Berdasarkan laporan sementara, proses pengangkutan sampah diperkirakan mencapai sekitar 40 kali perjalanan.

Penanganan dilakukan dengan kondisi darurat karena kawasan harus segera kembali berfungsi untuk masyarakat. Sampah yang terkumpul selanjutnya akan dipilah sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

“Ini karena kedaruratan, segera kita pilahnya nanti di TPA,” katanya.

Respati juga mengingatkan para jamaah dan pengunjung agar ikut menjaga kebersihan setelah mengikuti kegiatan besar di Kota Solo. Sampah yang ditinggalkan dinilai menjadi tanggung jawab bersama.

Di sisi lain, pelaksanaan Haul Solo 2026 turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah. Tingginya jumlah jamaah dari berbagai wilayah membuat aktivitas hotel, rumah makan, pedagang, transportasi hingga UMKM ikut meningkat.

Sebelum acara berlangsung, Pemkot Surakarta telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi kedatangan jamaah dalam jumlah besar. Persiapan mencakup konsumsi, tempat istirahat, lalu lintas hingga koordinasi dengan panitia, aparat dan masyarakat.

“Kemarin ini hotel penuh, rumah makan penuh. Saya siang-siang cari rumah makan habis semua. Alhamdulillah itu berkah,” ungkap Respati.

Meski memberikan dampak ekonomi, Respati menegaskan manfaat tersebut harus diikuti dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Evaluasi pasca acara menjadi bagian penting agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat semakin tertata.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, penyelenggara, aparat, kelompok masyarakat serta seluruh warga yang ikut membantu kelancaran Haul Solo 2026.

Hingga malam hari, proses pembersihan kawasan pasca haul masih terpantau berlangsung. Petugas dan unsur terkait terus menangani sisa sampah agar kawasan kembali bersih dan dapat digunakan masyarakat secara normal.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here