LINGKARSOLO, SURAKARTA – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Pura Mangkunegaran saat tradisi Syawalan kembali digelar, Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk bertemu langsung dan bersilaturahmi dengan K.G.P.A.A. Mangkunegara X dalam balutan nuansa Lebaran yang kental.
Dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar pukul 09.30 hingga 11.00 WIB, kawasan Pendapa Ageng dipadati warga. Empat Ribu warga masyarakat datang dari berbagai daerah secara bergelombang, lalu membentuk antrean panjang dengan tertib demi bisa bersalaman langsung. Interaksi tersebut berlangsung akrab, mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakatnya.
Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan Riyaya Kupat atau Lebaran Ketupat di bulan Syawal. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menghadirkan suasana khas dengan sajian kupat yang dapat dinikmati masyarakat yang hadir. Pura Mangkunegaran pun membuka kesempatan luas bagi publik untuk ikut serta dalam perayaan ini, dengan tetap menjaga tata krama dan berpakaian sopan.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini memang ditujukan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. “Merayakan riyaya kupat bulan Syawal, Mangkunegaran menyelenggarakan Halalbihalal Syawalan bersama KGPAA Mangkoenagoro X,” demikian disampaikan dalam undangan resmi yang beredar.
Tak hanya diikuti masyarakat umum, acara ini juga dihadiri keluarga dalem, abdi dalem, hingga unsur Forkopimda Kota Surakarta. Kehadiran berbagai elemen ini semakin menegaskan bahwa Syawalan di Mangkunegaran menjadi ruang kebersamaan lintas lapisan.
Wakil Wali Kota Surakarta yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman. Ia menilai budaya Jawa harus tetap dirawat sebagai identitas daerah sekaligus potensi wisata.
“Pelestarian budaya ini menjadi tanggung jawab bersama. Peran perempuan sangat penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Melalui momentum Syawalan ini, diharapkan kesadaran untuk melestarikan budaya semakin kuat. Pemerintah Kota Surakarta pun berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari penguatan jati diri daerah sekaligus pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Redaktur : Silvia Agnes








