LINGKARSOLO, BOYOLALI – Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII tingkat Kecamatan Nogosari resmi digelar pada Kamis, 16 April 2026. Bertempat di aula kecamatan, acara ini menjadi ajang penting untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Nogosari di tingkat Kabupaten Boyolali.
Pelaksanaan MTQ ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali terkait penyelenggaraan MTQ tahun 2026. Pemerintah kecamatan bersama berbagai pihak langsung bergerak melakukan seleksi terbuka agar hasil yang didapat benar-benar objektif.
Sebanyak 78 peserta ikut ambil bagian dalam berbagai cabang lomba. Mulai dari kategori anak-anak, remaja hingga dewasa. Untuk cabang anak-anak, lomba meliputi murottal putra dan putri, serta tilawah putra dan putri. Sementara di tingkat remaja dan dewasa, peserta mengikuti cabang tilawah dan berbagai kategori lain seperti hafalan Al-Qur’an, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, hingga kaligrafi.
Penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga memiliki nilai pembinaan.
“Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang seleksi resmi sekaligus sarana dakwah untuk mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an,” ujar panitia dalam laporannya.
Selain itu, kegiatan ini juga didukung pendanaan dari APBD Kabupaten Boyolali yang dialokasikan melalui anggaran Kecamatan Nogosari tahun 2026. Panitia pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari peserta hingga masyarakat.
Camat Nogosari, Sarwanto, menegaskan bahwa seleksi ini dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan keraguan di masyarakat.“Kami ingin memastikan bahwa peserta yang dikirim ke tingkat kabupaten adalah hasil seleksi, bukan penunjukan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. “Alhamdulillah, jumlah peserta mencapai 78 orang. Ini menunjukkan semangat luar biasa dari masyarakat Nogosari,” tambahnya.
Sarwanto berharap para juara nantinya bisa membawa nama baik kecamatan. “Yang juara satu akan kami bina lebih lanjut agar siap bersaing di tingkat kabupaten dan membawa hasil terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Nogosari, Haryanto, menjelaskan bahwa cabang lomba mencakup berbagai kategori usia dan kemampuan. Mulai dari tilawah anak-anak hingga hafalan 10, 20, dan 30 juz yang diikuti peserta remaja dan dewasa.
Di sisi lain, peserta juga merasakan manfaat dari kegiatan ini. Salah satu peserta murottal, Adeva, mengaku kunci utama dalam mengikuti lomba adalah kepercayaan diri.
“Yang paling penting adalah percaya diri,” katanya singkat.
Dengan adanya MTQ tingkat kecamatan ini, diharapkan muncul generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal menuju kompetisi yang lebih tinggi di tingkat Kabupaten Boyolali.
Oleh : Widodo
Redaktur : Silvia Agnes








