Home Berita TMMD Sengkuyung II 2026 Resmi Dimulai di Mojosongo, Talud Sungai Dibangun untuk...

TMMD Sengkuyung II 2026 Resmi Dimulai di Mojosongo, Talud Sungai Dibangun untuk Cegah Kerusakan Lingkungan

81
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II Tahun 2026 resmi dimulai di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembangunan talud sungai serta penataan lingkungan permukiman untuk meningkatkan kualitas kawasan sekaligus menekan potensi kerusakan lingkungan.

Apel pembukaan digelar sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB di halaman Rumah Makan Ayam Goreng Pangeran Solo, Jalan Tentara Genie Pelajar, Mojosongo. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pembangunan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat setempat.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memimpin langsung apel pembukaan. Ia hadir bersama Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Arief Handoko. Keduanya juga melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik di lokasi sasaran.

Dalam sambutannya, Astrid menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab persoalan di tingkat wilayah, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dan lingkungan.

“Terima kasih kepada Kodim 0735 Surakarta, kita bersama-sama bergotong royong menindaklanjuti permasalahan di masyarakat, khususnya penataan kawasan dan lingkungan,” kata Astrid.

Ia menambahkan, program TMMD menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan daerah agar lebih merata. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan TNI mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0735/Surakarta, Letkol Inf Arief Handoko, menjelaskan bahwa salah satu sasaran utama dalam TMMD kali ini adalah pembangunan talud sungai dengan ukuran cukup signifikan. Talud yang dibangun memiliki panjang 100 meter dengan tinggi mencapai 3,5 meter.

“Pembangunan talud ini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan seperti erosi dan longsor,” jelasnya.

Selain pembangunan talud, penataan kawasan permukiman juga dilakukan agar lingkungan warga menjadi lebih rapi dan nyaman untuk ditinggali. Program TMMD turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat melalui kegiatan gotong royong.

Keterlibatan warga tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Semangat kebersamaan menjadi nilai utama dalam pelaksanaan program ini di berbagai wilayah.

TMMD Sengkuyung II Tahun 2026 menjadi salah satu langkah nyata percepatan pembangunan di Kota Surakarta. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara bertahap serta menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan berkelanjutan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here