Home Berita Dari Rektor ke Balai Kota, Kisah Astrid Widayani Ungkapkan: “Kini Ruang Kelas...

Dari Rektor ke Balai Kota, Kisah Astrid Widayani Ungkapkan: “Kini Ruang Kelas Saya Seluas Kota Solo”

87
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Perjalanan karier Astrid Widayani dari dunia akademik menuju panggung pemerintahan menjadi sorotan dalam peluncuran buku berjudul The Untold Story: Astrid Widayani. Buku tersebut dijadwalkan rilis pada 26 April 2026 di Solo Square.

Berbeda dari buku profil pada umumnya, karya ini menyajikan sisi personal Astrid secara lebih mendalam. Mulai dari keputusan penting meninggalkan jabatan sebagai rektor, hingga langkah berani memasuki dunia politik dan beradaptasi di lingkungan Balai Kota Surakarta.

Astrid mengungkapkan, perubahan peran yang dijalaninya membawa cara pandang baru terhadap proses belajar. Jika sebelumnya aktivitas belajar terbatas di ruang kelas, kini ia merasakan pengalaman yang jauh lebih luas.

“Dulu saya seorang rektor, dengan ruang kelas yang dibatasi dinding. Hari ini, ruang kelas saya adalah seluruh kota,” ujar Astrid Widayani.

Ia menambahkan, pembelajaran tidak lagi hanya berasal dari teori, melainkan dari interaksi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, dinamika kota menjadi sumber inspirasi yang tak pernah habis.

“Saya belajar dari masyarakat, dari dinamika kota, dari setiap persoalan yang hadir,” lanjutnya.

Selama satu tahun menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid mengaku banyak menghadapi berbagai tantangan. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi ruang refleksi yang memperkuat komitmennya dalam melayani masyarakat.

“Satu tahun menjabat menjadi ruang refleksi bagi saya. Ada banyak momen yang menguji, sekaligus menguatkan langkah saya untuk terus melayani,” ungkapnya.

Tak hanya membahas karier, buku ini juga menampilkan sisi lain kehidupan Astrid sebagai seorang perempuan. Ia mengungkapkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab publik dan peran dalam keluarga.

“Di balik jabatan, saya tetap seorang ibu. Menjaga keseimbangan itu tidak mudah, tapi di situlah saya belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya soal keputusan, tapi juga empati,” jelasnya.

Melalui buku ini, Astrid juga menegaskan kecintaannya terhadap Kota Solo. Ia ingin menghadirkan energi baru melalui berbagai inovasi, sekaligus menghidupkan kembali semangat “Solo: The Spirit of Java” yang menjadi identitas kota.

“Solo adalah rumah yang saya cintai. Apa yang saya lakukan hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang untuk menghadirkan energi baru bagi kota ini,” katanya.

Acara peluncuran buku ini rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh perempuan di Kota Solo serta perwakilan organisasi masyarakat. Beberapa nama tokoh nasional juga dijadwalkan hadir, termasuk Iriana Joko Widodo dan Nawal Arafah Yasin.

Astrid berharap, kisah yang dituangkan dalam buku tersebut dapat memberikan inspirasi, khususnya bagi perempuan dan generasi muda. Ia ingin mendorong lebih banyak orang untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengambil peran lebih luas dalam pengabdian kepada masyarakat.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here