Home Berita Wali Kota Solo Percepat Penanganan Banjir, Gandeng BBWS dan Komunitas Sungai untuk...

Wali Kota Solo Percepat Penanganan Banjir, Gandeng BBWS dan Komunitas Sungai untuk Normalisasi

99
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Solo mulai mempercepat langkah penanganan banjir dengan memperkuat koordinasi lintas pihak. Wali Kota Solo, Respati Ardi, memimpin langsung rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan komunitas peduli sungai, Senin (4/5/2026).

Rapat digelar di Balai Pertemuan Warga, kawasan bantaran Sungai Jenes, tepatnya di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BBWSBS Gatut Bayuadji, Kepala Dinas PUPR Surakarta Nur Basuki, serta perwakilan Komunitas Peduli Sungai (KPS).

Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi banjir yang terjadi pertengahan April lalu, sekaligus menyusun langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Sejumlah wilayah yang terdampak, khususnya di sepanjang aliran Sungai Jenes, menjadi perhatian utama.

Respati Ardi menegaskan bahwa Pemkot Solo tidak akan tinggal diam melihat dampak banjir yang sempat meluas. Intervensi langsung akan dilakukan, mulai dari normalisasi sungai hingga penambahan pompa air di titik rawan.

“Imbas banjir kemarin dari yang dilewati Sungai Jenes itu ada di Pajang, Ledoksari, Bumi, Joyosuran sama Baron Cilik, akan kita intervensi permasalahan seperti apa dan akan kita kerja samakan dengan BBWS. Kita sampaikan juga ke Pemerintah Pusat bahwa kami butuh dukungan untuk pengentasan banjir atau dampak banjir supaya tidak terjadi hal serupa,” katanya

Selain infrastruktur, Pemkot juga menaruh perhatian pada keterlibatan masyarakat. Komunitas Peduli Sungai dinilai punya peran penting dalam menjaga kebersihan aliran sungai agar tidak tersumbat.

“Kita melibatkan relawan sungai karena yang setiap hari masuk ke sungai menyayangi sungai. Dan sungai harus menjadi halaman kota kita, bukan punggung kota kita,” ujar Wali Kota Solo.

Ia juga mengungkapkan, penyebab banjir tidak hanya berasal dari tingginya debit air, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku manusia. Mulai dari bangunan liar di atas sungai hingga rendahnya kesadaran menjaga lingkungan.

“Kita terus upayakan speed recovery agar segera tuntas dan tidak terjadi banjir lagi. Permasalahan utama banjir? Ya masalah semesta, siapa yang menyakiti semesta pasti balik. Satu, jelas banyak bangunan liar di atas sungai, tidak hanya di Solo, Sukoharjo dan beberapa wilayah lainnya,” paparnya.

Memasuki musim kemarau, Pemkot Solo menargetkan percepatan normalisasi sungai bisa segera dilakukan. Program ini akan dijalankan bersama BBWS, termasuk peningkatan kapasitas pompa dan gerakan masyarakat.

“Jadi mumpung mau masuk musim kemarau, kita segera selesaikan nanti akan ada gerakan di sungai untuk normalisasi sungai. Dan BBWS segera menjalankan, pompa bertambah, gerakan masyarakat, normalisasi, jadi kita royok karena kebijakan semesta nomor satu,” tambahnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Gatut Bayuadji menyebut pihaknya telah rutin melakukan pemeliharaan sungai di Solo. Saat ini, BBWS juga tengah menunggu proses lelang dari Bank Dunia untuk program penanganan Kali Jenes, Premulung, dan Kali Mati dengan nilai anggaran mencapai Rp100 miliar.

“Anggaran cukup besar Rp100 miliar lebih. Jadi kita harapkan di Pajang ini bisa kita potong debit banjirnya. Dan pompa Pajang akan kita tingkatkan menjadi satu kubik,” jelas Gatut.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan persoalan banjir di Kota Solo bisa tertangani secara bertahap dan berkelanjutan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here