LINGKARSOLO, SURAKARTA – Berburu kuliner menjadi agenda yang tak pernah terlewat saat Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Di antara deretan pedagang, Ayam Bakar dan Ayam Goreng “Boeng Koes” menjadi salah satu lapak yang ramai disinggahi pencinta kuliner tradisional.
Usaha yang telah berdiri sejak 2012 ini setiap Minggu membuka lapak di seberang Dinas Sosial Surakarta, kawasan CFD Slamet Riyadi. Selain mudah dijangkau, pengunjung juga bisa menikmati hidangan dengan nyaman karena tersedia meja dan kursi untuk bersantai bersama keluarga maupun teman.
Menu andalan yang paling banyak dicari adalah ayam bakar goreng. Proses memasaknya membuat cita rasanya berbeda, dengan ayam yang dibakar lebih dahulu sebelum digoreng, sehingga menghasilkan aroma khas dan tekstur yang tetap lembut.
Saat dicicipi, bumbu rempah terasa kuat dan meresap hingga ke bagian dalam daging. Tekstur ayamnya empuk dengan perpaduan rasa gurih yang pas di lidah. Menariknya lagi, seluruh menu di Boeng Koes diolah tanpa menggunakan vetsin, sehingga cita rasa gurih berasal dari racikan bumbu rempah yang digunakan.
Pelengkapnya pun bisa disesuaikan dengan selera. Pengunjung dapat memilih sambal matang bagi yang menyukai rasa gurih pedas, atau sambal mentah yang menghadirkan sensasi segar dengan tingkat kepedasan yang lebih terasa.
Tak hanya ayam, Boeng Koes juga menyajikan lele goreng atau bakar serta kakap goreng atau bakar sebagai pilihan menu lainnya.
Suasana makan di tempat ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Sambil menikmati hidangan, pengunjung juga dapat melihat KA Batara Kresna melintas di jalur rel yang membentang di Jalan Slamet Riyadi. Pemandangan kereta yang melintas di tengah kawasan CFD menjadi salah satu suasana khas Minggu pagi di Kota Solo, yang sulit ditemukan di tempat lain.
Perpaduan menu bercita rasa rumahan, bumbu rempah yang meresap, konsep tanpa vetsin, serta suasana santai di kawasan CFD menjadikan Ayam Bakar dan Ayam Goreng Boeng Koes layak masuk dalam daftar kuliner yang patut dicoba saat menghabiskan Minggu pagi di Kota Solo.
Redaktur : Silvia Agnes









