Home Berita Solo Bawa Pulang Penghargaan Investasi dari CJIBF 2026, Kerja Sama Pengelolaan Sampah...

Solo Bawa Pulang Penghargaan Investasi dari CJIBF 2026, Kerja Sama Pengelolaan Sampah Capai Rp5,2 Triliun

103
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Kota Surakarta kembali mendapat pengakuan dalam pengembangan investasi daerah. Pemerintah Kota Surakarta meraih penghargaan KERIS Jateng Investment Challenge 2026 yang diberikan dalam gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026.

Penghargaan tersebut diterima saat CJIBF 2026 berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto turut menghadiri agenda yang mempertemukan pemerintah daerah dengan investor dan pelaku usaha tersebut.

Capaian ini menjadi salah satu catatan bagi Pemkot Surakarta dalam memperkuat sektor investasi. Pengembangan investasi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus membuka peluang kerja sama baru dengan dunia usaha.

CJIBF 2026 sendiri menjadi forum yang mempertemukan berbagai pihak untuk membahas peluang investasi di Jawa Tengah. Pemerintah daerah mendapat ruang untuk mengenalkan potensi serta proyek yang dapat dikembangkan bersama investor.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah melalui Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Jawa Tengah atau KERIS JATENG.

Deputi Bidang Perencanaan dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen mengatakan, forum investasi seperti CJIBF perlu diarahkan pada pembahasan yang menghasilkan langkah nyata.

“Harapannya, kegiatan ini dapat mendongkrak potensi investasi dan menjadi ruang untuk menghadirkan gagasan-gagasan yang konkret bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menilai keberagaman potensi di setiap daerah justru menjadi kekuatan dalam menarik investasi. Menurutnya, masing-masing kabupaten dan kota mempunyai karakter yang bisa ditawarkan kepada investor.

“Masing-masing daerah punya potensi yang berbeda-beda, tetapi napasnya sama untuk mendongkrak investasi di daerah masing-masing,” kata Lutfi.

Ia juga memastikan Jawa Tengah berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan bagi investor. “Saya menjamin iklim investasi di Jawa Tengah akan aman,” tegasnya.

Selain penghargaan, CJIBF 2026 menghasilkan sejumlah kerja sama. Salah satunya melibatkan Surakarta bersama Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Sukoharjo dengan PT Energy3 International (E3i), Inc.

Kerja sama tersebut bergerak di bidang pengelolaan sampah dengan nilai investasi sekitar Rp5,2 triliun. Kolaborasi lintas daerah itu diharapkan dapat mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

CJIBF 2026 mengangkat tema “Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness”. Forum ini sekaligus menjadi upaya memperluas jaringan investasi dan memperkuat hubungan antara pemerintah, investor, lembaga keuangan, serta dunia usaha.

Bagi Surakarta, penghargaan tersebut menjadi tambahan dorongan untuk terus memperkuat iklim investasi dan membuka peluang kolaborasi yang memberikan dampak bagi perekonomian daerah.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here