Home Berita Pasar Jongke Solo Ingin Kembali Ramai, Penataan Kios dan UMKM Jadi Sorotan

Pasar Jongke Solo Ingin Kembali Ramai, Penataan Kios dan UMKM Jadi Sorotan

114
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Suasana peringatan dua tahun Pasar Jongke berlangsung semarak pada Minggu (30/8/2026). Selain menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan kondisi pasar secara langsung kepada Pemerintah Kota Surakarta.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi hadir dalam kegiatan tersebut dan ikut sarapan mie ayam bersama warga. Sebanyak 1.300 porsi mie ayam disediakan gratis bagi masyarakat dan pengunjung pasar. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian milad yang sebelumnya diisi donor darah, pengajian, senam, serta lomba tradisional.

Bagi Respati, kegiatan seperti ini dapat menjadi cara untuk mengenalkan kembali Pasar Jongke kepada masyarakat. Ia melihat kuliner sebagai salah satu peluang yang bisa dikembangkan bersamaan dengan aktivitas perdagangan.

“Mie ayam bisa menjadi ekonomi baru untuk memajukan UMKM di Pasar Jongke. Matur nuwun untuk rekan-rekan pedagang mie ayam, semoga ini menjadi daya tarik baru untuk mempromosikan Pasar Jongke,” kata Respati.

Setelah acara makan bersama, Respati berkeliling melihat kondisi pasar. Ia juga berbincang dengan pedagang untuk mengetahui persoalan yang mereka hadapi, terutama mengenai sepinya pembeli dan pengaturan lokasi berjualan.

Pedagang daging ayam, Rini, menyebut posisi kios yang berjauhan membuat keramaian pembeli tidak merata. Ia berharap pedagang dalam satu jenis komoditas bisa ditempatkan lebih berdekatan sehingga aktivitas jual beli lebih hidup.

“Harapannya kiosnya dijadikan satu biar ramai lagi dalam satu los. Ditata lagi biar pedagang dan pembeli keluar itu sama-sama senang,” ujar Rini.

Keluhan lain datang dari pedagang kelontong, Debyo. Ia menilai penerapan zonasi masih perlu diperbaiki. Menurutnya, pemusatan pedagang di lantai bawah dapat membuat aktivitas perdagangan lebih terkonsentrasi dan memudahkan pembeli mencari kebutuhan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Respati membuka kemungkinan adanya evaluasi dan penataan kembali. Namun, pemerintah tidak ingin mengambil keputusan sepihak. Pembahasan bersama paguyuban pedagang dinilai penting agar penataan dapat diterima berbagai pihak.

“Ini kan milik pemerintah, milik rakyat juga. Ketika nanti dari pedagang sudah mencapai titik temu dengan para paguyubannya, pasti kita fasilitasi. Ini makanya kita kopyok ulang nanti,” jelasnya.

Pemkot Surakarta juga akan melihat kembali pemanfaatan kios yang masih menggunakan SPHP lama tetapi belum digunakan secara optimal. Di sisi lain, ruang kosong di pasar berpeluang dimanfaatkan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor.

“Kita akan buka peluang lebih untuk rekan-rekan ekonomi kreatif. Ada 18 subsektor ekonomi kreatif, jadi tidak hanya e-commerce,” kata Respati.

Penataan dan promosi diharapkan berjalan beriringan agar Pasar Jongke kembali menjadi pusat aktivitas perdagangan yang ramai. Pemerintah, pedagang, dan masyarakat didorong bersama-sama mengenalkan potensi pasar tersebut kepada lebih banyak pengunjung. Langkah tersebut diharapkan membuat pasar lebih nyaman sekaligus menguntungkan pedagang lokal.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here