Home Berita Dodol Dawet Warnai Prosesi Dhaup Ageng Mangkunegaran, Gusti Sura Jalani Tradisi Jelang...

Dodol Dawet Warnai Prosesi Dhaup Ageng Mangkunegaran, Gusti Sura Jalani Tradisi Jelang Pernikahan

35
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Tradisi Dodol Dawet menjadi salah satu bagian menarik dalam rangkaian persiapan pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura di Pura Mangkunegaran, Kamis (5/11/2026). Prosesi ini berlangsung setelah rangkaian Langkahan dan Siraman sebagai bagian dari Hajad Dalem Dhaup Ageng Mangkunegaran.

Dalam tradisi tersebut, keluarga menjalankan tata cara Dodol Dawet yang menjadi bagian dari rangkaian adat menjelang pernikahan. Prosesi ini melengkapi tahapan persiapan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga bersama K.P.H. F.X. Adimas Rosdian atau Kanjeng Dimas.

Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, menjelaskan bahwa rangkaian adat yang dijalani Gusti Sura memiliki makna tersendiri. Setiap prosesi berkaitan dengan penghormatan kepada keluarga, permohonan izin, serta doa yang mengiringi perjalanan kedua calon pengantin.

Sebelum Dodol Dawet, rangkaian kegiatan diawali dengan Langkahan di nDalem Ageng Pura Mangkunegaran. Prosesi ini dilakukan karena Gusti Sura akan melangsungkan pernikahan lebih dahulu dibandingkan kakaknya, G.P.H. Paundrakarna Jiwa Suryanegara.

Melalui prosesi tersebut, Gusti Sura menyampaikan permohonan izin dan restu kepada sang kakak. Tata cara ini menjadi bentuk penghormatan dalam hubungan keluarga sebelum calon pengantin putri melangkah menuju kehidupan pernikahan.

Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, mengatakan Langkahan menjadi bagian penting dalam rangkaian adat tersebut.

“Langkahan menjadi simbol permohonan izin Gusti Sura kepada kakaknya yang belum menikah. Restu tersebut mengiringi perjalanan kedua temanten dalam memasuki kehidupan rumah tangga,” ujar Ayu.

Setelah Langkahan, kegiatan dilanjutkan dengan Sungkeman kepada para sesepuh keluarga, kemudian Siraman yang berlangsung di Pracimayasa. Prosesi ini menjadi bagian dari persiapan calon pengantin secara lahir dan batin sebelum menjalani kehidupan baru.

Air yang digunakan dalam Siraman berasal dari tujuh sumber mata air. Sementara itu, calon pengantin pria menjalani prosesi Siraman di kediamannya di Palur.

Rangkaian berikutnya meliputi tata cara Pecah Kendi dan Bopongan Pungkasan. Memasuki pukul 10.50 WIB, prosesi Dodol Dawet dilaksanakan sebelum dilanjutkan dengan Tanem Rikma pada pukul 11.30 WIB.

Seluruh rangkaian tersebut merupakan kelanjutan dari Sungkeman dan Sengkeran yang telah dijalani Gusti Sura sejak 3 November 2026.

Melalui berbagai tahapan adat ini, keluarga besar Mangkunegaran mengiringi persiapan Dhaup Ageng dengan doa, penghormatan, serta restu para sesepuh. Rangkaian tradisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gusti Sura dan Kanjeng Dimas menuju hari pernikahan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here