Home Berita Pesona Purwo Gumregah 2026 di Solo, Astrid Widayani Ajak Generasi Muda Lestarikan...

Pesona Purwo Gumregah 2026 di Solo, Astrid Widayani Ajak Generasi Muda Lestarikan Gejog Lesung

64
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Suasana budaya mewarnai Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, saat Festival Pesona Purwo Gumregah 2026 digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu, 30-31 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan pertunjukan gejog lesung, musik tradisional, hingga Grebeg Tumpeng yang melibatkan warga setempat.

Festival mengangkat tema “Gumregah Budayane, Lestari Tradisine, Guyub Masyarakaté”.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, hadir dalam rangkaian kegiatan sekaligus membuka festival. Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesenian tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Menurut Astrid, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pertunjukan. Anak-anak dan generasi penerus juga perlu diberi kesempatan untuk mengenal, mempelajari, serta ikut memainkan kesenian daerah.

“Yang terpenting adalah generasi penerus kita, putra-putri, mau nembang, mau belajar dalam karawitan. Ini yang kami harapkan bisa terus kita lestarikan,” kata Astrid.

Ia juga menyoroti gejog lesung sebagai kesenian yang memiliki nilai lebih dari sekadar bunyi irama alat penumbuk padi. Tradisi tersebut, lanjutnya, mengandung pesan tentang kebersamaan, kerja sama, dan semangat saling mendukung di tengah masyarakat.

“Semoga dengan adanya gejog lesung di Purwodiningratan bisa mengingatkan seluruh warga agar kita terus saling membantu, guyub, rukun, dan saling nyengkuyung,” ujarnya.

Rangkaian festival dimulai pada Jumat malam dengan pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda, kemudian dilanjutkan pertunjukan gejog lesung oleh warga Purwodiningratan. Penampilan kelompok keroncong Purwo Nada menjadi hiburan penutup pada malam pembukaan.

Kemeriahan berlanjut pada Sabtu malam. Sejumlah kelompok warga, termasuk Gejog Lesung RW 4 “Purwo Mahardhika”, Pokdarwis Purwodiningratan, serta kelompok RW 10 “Wijaya Kusuma”, tampil membawakan kesenian tradisional. Pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga tradisi yang tumbuh di lingkungan mereka.

Malam puncak juga diisi dengan kegiatan penyerahan simbolis alat musik gejog lesung, Grebeg Tumpeng Purwo Gumregah, pengumuman pemenang lomba kostum jadul, dan hiburan Orkes Musik Melayu OM Latanza.

Selain agenda seni dan budaya, festival ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang aman melalui deklarasi Kelurahan Bersinar atau Bersih Narkoba bersama BNN Kota Surakarta. Komitmen tersebut melibatkan pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

Melalui festival ini, Purwodiningratan berupaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat hubungan antarwarga. Keterlibatan kelompok seni, karang taruna, dan masyarakat diharapkan membuat tradisi lokal terus hidup, bukan hanya saat perayaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here