LINGKARSOLO, SURAKARTA – Lonjakan sampah di Kota Solo pasca Lebaran 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, bahkan turun langsung memimpin apel bersama di kawasan TPA Putri Cempo, Rabu (25/3/2026), sebagai bentuk respons atas meningkatnya volume sampah.
Kegiatan ini diikuti Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, camat, lurah, hingga petugas kebersihan dan pengelola TPA. Apel sengaja digelar di lokasi pembuangan akhir agar seluruh jajaran pemerintah melihat langsung kondisi riil di lapangan.
Dalam arahannya, Respati mengungkapkan bahwa volume sampah di Kota Solo saat ini mencapai 300 hingga 400 ton per hari. Angka tersebut meningkat cukup signifikan selama periode Lebaran, dengan kenaikan sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan hari normal, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta.
“Persoalan sampah ini nyata. Ini bukan isu kecil, melainkan tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Respati.
Ia menilai, persoalan sampah di Solo tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa. Terlebih, kapasitas pengolahan sampah saat ini baru mampu menangani sekitar 20 persen atau kurang dari 100 ton per hari.
Kondisi ini membuat TPA Putri Cempo semakin terbebani. Oleh karena itu, Pemkot Surakarta mulai menyiapkan langkah strategis guna mengurangi ketergantungan pada TPA sebagai solusi utama.
Salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah penguatan regulasi melalui revisi peraturan daerah, yang nantinya akan dilanjutkan dengan penerbitan peraturan wali kota. Fokus kebijakan tersebut diarahkan pada pemilahan sampah sejak dari sumber.
Menurut Respati, perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari masyarakat. Pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi langkah awal yang penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA.
Selain itu, Pemkot Surakarta juga menggandeng akademisi dari Universitas Sebelas Maret untuk mengkaji sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan aplikatif di tingkat wilayah.
Hasil kajian tersebut diharapkan mampu menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran, sekaligus mendukung upaya pengelolaan sampah secara mandiri di masing-masing wilayah di Kota Solo.
Ke depan, Pemkot berencana melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat sebelum kebijakan baru diterapkan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat lebih siap dalam menjalankan sistem pemilahan sampah.
Respati juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengurangi produksi sampah, tidak hanya saat Lebaran, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para petugas kebersihan dan pengelola TPA yang selama ini bekerja menjaga kebersihan kota.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas kebersihan dan pengelola TPA Putri Cempo. Peran saudara-saudara sekalian sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan Kota Surakarta,” pungkasnya.
Redaktur : Silvia Agnes








