LINGKARSOLO, SURAKARTA – Peringatan anniversary ke-9 Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) PD Solo digelar di Atrium Solo Square Mall, Sabtu (25/4). Ketua TP PKK Surakarta, Venessa Winastresia, hadir dalam kegiatan ini, bersama Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani.
Peran PKK dinilai memiliki keterkaitan erat dengan program pemberdayaan perempuan yang dijalankan IPEMI, terutama dalam penguatan keluarga dan ekonomi berbasis komunitas.
Sinergi antara PKK dan IPEMI terlihat kuat, karena keduanya sama-sama bergerak dalam mendorong perempuan agar lebih mandiri dan berdaya. Dukungan ini sekaligus memperkuat gerakan perempuan dari tingkat keluarga hingga masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyampaikan sambutan sekaligus paparannya. Ia mengapresiasi capaian IPEMI PD Solo yang berhasil meraih prestasi juara 1 tingkat nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi.
“IPEMI bukan hanya simbol wanita sukses, tapi memiliki sembilan program yang bisa menjadikan perempuan sebagai penopang pembangunan,” kata Astrid.
Astrid menilai IPEMI memiliki peran strategis sebagai penghubung berbagai sektor. Organisasi ini mampu menyatukan kekuatan di bidang budaya, sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
“IPEMI adalah simpul yang menghubungkan simpul lain yang akan memberikan dampak di setiap bidang pembangunan. Banyak komunitas perempuan yang bisa kita ajak kolaborasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi dalam organisasi. Keterlibatan generasi muda dinilai penting agar keberlanjutan program tetap terjaga.
Menurutnya, IPEMI perlu menggandeng berbagai elemen seperti karang taruna, duta genre, serta komunitas anak muda untuk memperkuat gerakan pemberdayaan perempuan di masa depan.
Selain itu, Astrid menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi fokus utama. Ia berharap anggota IPEMI mampu menjadi sumber pengetahuan bagi generasi penerus.
“Harapannya ibu-ibu di IPEMI bisa menjadi sumber dari ilmu yang nantinya diterima putra-putri kita,” jelasnya.
Astrid juga mengungkapkan bahwa sekitar 66 persen perempuan telah terlibat dalam aktivitas ekonomi. Namun demikian, perempuan masih menghadapi berbagai persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Masih banyak PR isu sosial yang berhubungan dengan perempuan. Ini perlu kita antisipasi, termasuk melalui layanan yang disiapkan Pemkot Surakarta bersama dinas terkait,” katanya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang baru bagi perempuan untuk berkembang. IPEMI diharapkan mampu beradaptasi agar tidak tertinggal.
“IPEMI harus ikut serta menanggulangi isu-isu di masyarakat, khususnya yang bisa ditangani oleh perempuan. Jangan berhenti di kegiatan rutin, tapi tingkatkan kontribusi,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota untuk terus memperkuat peran perempuan dalam berbagai bidang pembangunan.
“Perempuan berdaya, perempuan penggerak ekonomi, perempuan bisa, dan perempuan harus punya tempat aman di manapun,” ucapnya.
Astrid optimistis IPEMI akan terus berjalan beriringan dengan program Pemerintah Kota Surakarta dan memberikan dampak positif yang lebih luas.
“Prestasi yang sudah diraih harus terus diperkuat. Mari kita kuatkan kembali langkah bersama,” pungkasnya.
Redaktur : Silvia Agnes








