Home Berita Transformasi RSUD Solo Dapat Restu Kemenkes, Respati Targetkan Layanan Lebih Prima dan...

Transformasi RSUD Solo Dapat Restu Kemenkes, Respati Targetkan Layanan Lebih Prima dan Hemat Rp20 Miliar

46
0

LilINGKARSOLO, JAKARTA – Upaya peningkatan layanan kesehatan di Kota Solo terus digenjot. Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan transformasi dan optimalisasi layanan akan dilakukan di dua rumah sakit daerah, yakni RSUD Bung Karno dan RSUD Fatmawati.

Langkah ini mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kesehatan RI usai audiensi yang dilakukan di Jakarta, Rabu (29/04) siang. Dalam pertemuan tersebut, Respati hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari, untuk membahas pendampingan layanan RSUD milik Pemerintah Kota Surakarta.

Respati menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kemenkes menyambut positif inisiatif tersebut. Bahkan, pendampingan akan dilakukan secara langsung guna mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di Solo.

“Hari ini saya bertemu dengan Kementerian Kesehatan, menindaklanjuti terobosan baru bahwa dua RSUD kita, Rumah Sakit Bung Karno dan Fatmawati didampingi langsung oleh Kementerian Kesehatan untuk pelayanan lebih prima,” ujar Respati.

Menurutnya, transformasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan, tetapi juga efisiensi anggaran. Dengan sistem pendampingan yang diterapkan, pengelolaan keuangan rumah sakit dapat ditekan secara signifikan.

“Dengan adanya pendampingan Kementerian Kesehatan ini, pelayanan lebih prima dan anggaran lebih berhemat. Terbukti dengan pertemuan tadi dan pendampingan ini kita bisa menghemat bisa Rp20 miliar dalam satu tahun untuk rumah sakit tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, kedua RSUD juga akan mulai membuka peluang layanan bagi pasien non-BPJS tanpa mengurangi kualitas pelayanan bagi peserta BPJS. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas layanan sekaligus mendongkrak pendapatan rumah sakit.

Respati optimistis langkah ini menjadi titik awal reformasi layanan kesehatan daerah. Ia berharap ke depan RSUD di Solo bisa tampil lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

“Semoga ke depan, dengan pendampingan dari Kementerian Kesehatan terhadap terobosan Rumah Sakit Daerah ini, menjadi langkah penting sehingga layanan kesehatan RSUD Kota Solo lebih prima, lebih efisien, dan lebih terbuka, akuntabel dan profesional,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari menambahkan, program pendampingan ini juga mencakup penguatan manajemen dan strategi pemasaran layanan rumah sakit. Targetnya, pendapatan dari sektor non-BPJS dapat meningkat minimal 20 persen.

“Dari Kemenkes sudah menugaskan RSOP untuk melakukan pendampingan di 2 RSUD Kota Solo. Dan saat ini sudah mulai dilakukan pendampingan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, evaluasi akan dilakukan pada berbagai aspek operasional, mulai dari pemanfaatan alat kesehatan hingga pengelolaan obat. Semua disesuaikan dengan standar harga satuan Kemenkes agar lebih efisien.

“Jadi nanti akan kita lihat produktifitas rumah sakit. Meliputi misal alkes apakah sudah produktif atau belum, termasuk penggunaan obat yang menyesuaikan standar harga sehingga lebih realistis,” tandasnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Solo berharap layanan kesehatan masyarakat semakin optimal sekaligus efisien dalam pengelolaan anggaran.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here