Home Berita Mangkunegaran Run 2026 Pecahkan Rekor 7750 Pelari dari 22 Negara, Solo Jadi...

Mangkunegaran Run 2026 Pecahkan Rekor 7750 Pelari dari 22 Negara, Solo Jadi Panggung Lari Berbalut Budaya

81
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Ribuan pelari dari berbagai penjuru dunia memadati jalanan Kota Solo dalam gelaran Mangkunegaran Run 2026, Minggu pagi (3/5/2026). Tercatat sebanyak 7.750 peserta dari 22 negara ambil bagian, menjadikan event ini sebagai penyelenggaraan terbesar sejak pertama kali digelar.

Memasuki tahun keempat, ajang yang digelar oleh Pura Mangkunegaran ini semakin menunjukkan identitasnya sebagai event lari yang tak sekadar olahraga, tetapi juga pengalaman budaya. Tahun ini menjadi momen penting karena rute lomba telah mengantongi sertifikasi resmi dari World Athletics.

Para peserta memulai lomba dari Stadion Manahan dan berakhir di kawasan Triwindu, Ngarsopuro, tepat di depan gerbang Mangkunegaran. Sepanjang lintasan, pelari menyusuri titik-titik bersejarah yang menjadi bagian dari wajah Kota Solo.

Perwakilan World Athletics, Kim Vivan, turut hadir langsung untuk melakukan verifikasi rute. Sertifikasi ini sekaligus menegaskan bahwa Mangkunegaran Run telah memenuhi standar internasional, baik dari sisi teknis maupun pengelolaan.

KGPAA Mangkunegara X yang hadir melepas peserta menyampaikan bahwa event ini diselenggarakan sebagai ruang kebersamaan terbuka bagi masyarakat.

“Mangkunegaran Run kami hadirkan sebagai perayaan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini bukan sekadar event lari, tetapi pengalaman untuk merasakan energi Kota Solo dan budayanya secara langsung,” ujarnya.

Sepanjang rute, suasana semakin hidup dengan kehadiran lebih dari 100 titik cheering point. Puluhan komunitas lokal terlibat menampilkan atraksi budaya, pertunjukan kreatif, hingga dukungan langsung kepada pelari. Hal ini membuat pengalaman berlari terasa berbeda dibanding event lain.

Partisipasi ribuan pelari juga menjadi simbol keterbukaan. Mulai dari atlet profesional hingga pelari pemula, semua berbaur dalam satu lintasan yang sama.

Mangkunegaran Run 2026 juga menjadi bagian dari peringatan Adeging Mangkunegaran ke-269. Perayaan ini dikemas lebih inklusif agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, tidak hanya bersifat seremonial.

Selain olahraga dan budaya, aspek lingkungan juga menjadi perhatian. Permata Bank sebagai mitra strategis menghadirkan program “1 Misi Hijaukan Bumi”.

Melalui program ini, partisipasi ribuan pelari dikonversikan menjadi aksi penanaman hingga 5.000 pohon di Bukit Tigapuluh, Jambi.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara gaya hidup sehat, pelestarian budaya, dan kepedulian lingkungan.

“Kami melihat Mangkunegaran Run sebagai kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, gaya hidup sehat, dan dukungan terhadap ekonomi lokal,” katanya.

Sebelum mencapai puncak acara di Solo, rangkaian Road to Mangkunegaran Run telah digelar di Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Solo. Kegiatan ini sukses membangun antusiasme komunitas lari di berbagai daerah.

Dengan konsep yang terus berkembang, Mangkunegaran Run kini bukan hanya lomba lari, tetapi telah menjadi ikon sport tourism baru yang memperkenalkan Solo ke panggung dunia.

 

Oleh : Widodo

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here