Home Berita Ibu dan Anak Tewas Tenggelam di Embung Sigit Sragen, Sempat Teriak Minta...

Ibu dan Anak Tewas Tenggelam di Embung Sigit Sragen, Sempat Teriak Minta Tolong!

48
0

LINGKARSOLO, SRAGEN – Duka menyelimuti wilayah Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Dua perempuan yang merupakan ibu dan anak ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Embung Sigit, Desa Sigit, Minggu (10/5/2026) sore.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, seorang warga berinisial J.S tengah mencari rumput di sekitar embung. Ia kemudian mendengar suara teriakan meminta tolong dari arah tengah embung.

Saat mendekat, saksi melihat korban berada di dalam air. J.S berusaha memberikan pertolongan menggunakan bambu dan tali, namun kedalaman embung membuat upaya tersebut tidak berhasil.

“Mbak sampean nunggu kene wae, aku tak neng ndeso golek bantuan,” ujar saksi kepada korban sebelum dirinya mencari bantuan warga.

Namun saat J.S kembali bersama warga membawa ban pelampung, korban perempuan sudah tidak terlihat di permukaan air. Warga bersama relawan GANEFO BPBD Tangen kemudian melakukan pencarian dan evakuasi.

Tak lama berselang, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya diketahui berinisial Y.E.O.S (27), warga Kecamatan Jaten, Karanganyar, dan anaknya D.A.A (6).

Petugas Polsek Tangen bersama Tim Inafis Polres Sragen dan tenaga kesehatan Puskesmas Tangen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan korban dipastikan meninggal akibat tenggelam atau laka air.

“Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan di tubuh korban. Keduanya murni meninggal karena tenggelam,” jelasnya.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta mengamankan sejumlah barang milik korban berupa pakaian yang ditemukan di lokasi.

Usai pemeriksaan selesai, jenazah ibu dan anak tersebut diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban juga disebut telah menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here