LINGKARSOLO, KARANGANYAR – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menghadiri kegiatan Kick Off Training of Trainers (ToT) Olahraga Disabilitas Berdaya yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di Karanganyar, Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga disabilitas nasional melalui peningkatan kualitas pelatih.
Acara itu turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Ketua NPC Indonesia Senny Marbun, serta Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani selaku Chef de Mission (CDM). Hadir pula sejumlah pemangku kepentingan olahraga disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Erick Thohir mengatakan program tersebut merupakan salah satu program prioritas Kemenpora untuk mencetak pelatih olahraga disabilitas yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi. Menurutnya, keberadaan pelatih menjadi faktor penting dalam proses pembinaan atlet.
“Tidak mungkin pembangunan atlet berjalan tanpa dikawal figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet. Hari ini kami coba mensertifikasi pelatih agar mereka bisa kembali ke daerah menjadi tenaga yang benar-benar punya kompetensi,” kata Erick.
Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 200 pelatih mulai disiapkan melalui program ToT tersebut. Namun angka itu masih dinilai belum mencukupi kebutuhan pembinaan atlet disabilitas di Indonesia.
“Kami akan coba tambah lagi seratus pelatih. Mudah-mudahan program ini terus berjalan dan tidak berhenti hanya karena pergantian menteri. Semakin banyak pelatih, tentu semakin bagus untuk perkembangan atlet,” ujarnya.
Erick juga menyoroti potensi besar olahraga disabilitas di Indonesia. Berdasarkan data, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,9 juta jiwa. Dari angka itu, jutaan di antaranya dinilai memiliki potensi untuk berkembang melalui olahraga.
“Nanti kalau jutaan orang membutuhkan pelatih, tentu kita harus menyiapkan SDM yang cukup. Belum lagi sekolah-sekolah yang juga membutuhkan tenaga pelatih dengan keahlian khusus,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat akan terus mendorong penguatan ekosistem olahraga disabilitas agar Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Dukungan ini, kata Erick, juga sejalan dengan perhatian Presiden RI terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Ketua NPC Indonesia Senny Marbun menyebut pelatihan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet paralimpik di daerah. Menurutnya, keberhasilan atlet tidak lepas dari peran pelatih yang memahami kebutuhan atlet disabilitas.
“Melalui program ini kami berharap lahir pelatih-pelatih baru yang memahami kebutuhan atlet disabilitas dan mampu meningkatkan prestasi olahraga paralimpik Indonesia,” ucap Senny.
Di sisi lain, Respati Ardi menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai ToT olahraga disabilitas menjadi langkah strategis untuk menciptakan olahraga yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemkot Surakarta mendukung penuh pengembangan olahraga disabilitas. Solo Raya sudah dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga disabilitas nasional dan itu harus terus diperkuat,” ungkap Respati.
Redaktur : Silvia Agnes








