Home Berita Soroti Harga Lebaran 2026, Pemkot Solo Tegaskan : Pelaku Usaha Dilarang Aji...

Soroti Harga Lebaran 2026, Pemkot Solo Tegaskan : Pelaku Usaha Dilarang Aji Mumpung

86
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Solo memberi perhatian serius terhadap stabilitas harga selama momen Lebaran 2026. Walikota Surakarta – Respati Ardi menegaskan bahwa pelaku usaha diminta tidak menaikkan harga secara tidak wajar.

Hal tersebut disampaikan dalam sesi tanya jawab di halaman Balaikota Surakarta, Sabtu pagi, 21 Maret 2026. Pemkot Solo ingin memastikan masyarakat dan wisatawan tetap mendapatkan harga yang wajar selama libur Lebaran.

Respati secara tegas menghimbau seluruh pelaku usaha, baik di sektor kuliner, pariwisata, maupun jasa lainnya, untuk tidak memanfaatkan momentum Lebaran demi keuntungan berlebihan.

“Kami juga menghimbau kepada pelaku usaha agar menyesuaikan harga, tidak aji mumpung. Justru ini momentum untuk promosi agar wisatawan bisa kembali lagi ke Solo,” tegasnya.

Menurutnya, menjaga harga tetap stabil justru akan memberikan dampak jangka panjang bagi sektor pariwisata. Wisatawan yang merasa nyaman dengan harga yang wajar berpotensi kembali berkunjung di kemudian hari.

Sebaliknya, jika terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali, hal itu dapat merusak citra Kota Solo sebagai destinasi wisata yang ramah dan terjangkau.

Pemerintah Kota Solo juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan praktik kenaikan harga tidak wajar. Langkah ini sebagai bentuk komitmen dalam melindungi konsumen selama momen Lebaran.

“Apabila ada aduan terkait harga yang melambung tinggi, silakan hubungi kami. Nanti akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Solo tetap menargetkan adanya peningkatan jumlah wisatawan selama libur Lebaran tahun ini. Target kenaikan dipatok sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun demikian, Respati mengakui adanya kemungkinan perubahan pola kunjungan wisatawan. Hal ini dipengaruhi oleh adanya dua pelaksanaan salat Idulfitri yang membuat konsentrasi masyarakat terbagi.

“Kami melihat kemungkinan akan ada rebound, titik ramainya di H+1 dan H+2, yakni tanggal 21 malam , tanggal 22, dan Senin di tanggal 23 Maret”, jelasnya.

Dengan harga yang tetap terkendali dan suasana kota yang nyaman, Pemkot Solo optimistis kunjungan wisatawan tetap meningkat sesuai target yang telah ditetapkan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here