LINGKARSOLO, SURAKARTA – Solo Run Fest 2026 kembali digelar di Kota Solo dengan jumlah peserta yang meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Ajang lari yang berlangsung Minggu (27/9/2026) tersebut diikuti sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Mengusung tema “Run The City. Feel The History”, Solo Run Fest 2026 mengambil start di Stadion Manahan dan berakhir di Taman Balekambang. Peserta dapat mengikuti kategori Half Marathon, 10K, dan 5K, termasuk kategori 5K pelajar.
Wali Kota Solo Respati Ardi turut ambil bagian dalam ajang tersebut bersama istrinya, Venessa Winastesia. Keduanya mengikuti kategori 5K sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga berbasis event di Kota Solo.
Respati mengatakan Solo Run Fest telah menjadi salah satu agenda olahraga tahunan yang diarahkan untuk memperkuat konsep sport tourism. Menurutnya, peningkatan peserta dari sekitar 5.000 orang pada tahun sebelumnya menunjukkan tingginya antusiasme terhadap event tersebut.
“Ini event tahunan yang menjadi event flagship Kota Surakarta dengan mengusung tema sport tourism yang selaras dengan Provinsi Jawa Tengah,” kata Respati.
Ia menilai event olahraga memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar aktivitas pertandingan. Kehadiran ribuan peserta dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
“Sport tourism ini ke depan akan menjadi salah satu penggerak ekonomi Kota Solo. Event bukan hanya tentang olahraga, tetapi bagaimana orang datang ke Solo, mendapatkan pengalaman, kemudian mengenal kota kita lebih jauh,” ujarnya.
Solo Run Fest juga dikemas sebagai festival yang menghadirkan UMKM Bazaar, Sportswear Expo, hiburan musik, serta pengalaman budaya dan kuliner. Konsep tersebut membuat peserta tidak hanya berlari, tetapi juga dapat menikmati berbagai potensi Kota Solo.
Respati menegaskan, Pemkot Solo akan mendorong penyelenggaraan event olahraga yang semakin berkualitas. Kepuasan peserta dan masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan agenda tersebut.
“Ini penting karena menumbuhkan pariwisata dan ekonomi serta banyak menciptakan lapangan kerja ditambah UMKM bahagia. Ke depan tentu akan terus kita tingkatkan karena yang terpenting adalah kepuasan masyarakat dan peserta,” jelasnya.
Menurut Respati, pengembangan sport tourism membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, komunitas, dunia usaha, pelaku pariwisata, aparat keamanan, UMKM, dan masyarakat.
Selain Solo Run Fest, sejumlah event lari juga masuk dalam agenda pengembangan olahraga dan pariwisata Kota Solo, seperti Mangkunegaran Run, Run for Humanity, dan Soekarno Run.
“Kalau kita ingin Solo menjadi kota sport tourism, ini tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri. Harus ada kolaborasi antara penyelenggara, komunitas, dunia usaha, aparat keamanan, pelaku pariwisata, UMKM, dan tentu masyarakat Solo sendiri,” katanya.
Respati berharap berbagai event tersebut terus berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan bagi olahraga, pariwisata, serta perekonomian masyarakat.
“Kita ingin Solo menjadi panggung. Orang datang untuk berolahraga, tetapi pulangnya membawa cerita tentang Solo,” pungkasnya.
Redaktur : Silvia Agnes









