LINGKARSOLO, SURAKARTA – Penataan parkir di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mendapat dukungan dari DPRD Kota Solo. Namun, proses penataan dinilai perlu disertai pengawasan yang jelas agar persoalan pungutan liar (pungli) tidak kembali terjadi.
Wakil Ketua DPRD Solo Muhammad Bilal mengatakan, penataan kawasan parkir menjadi langkah penting untuk menciptakan akses yang lebih tertib, baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke masjid tersebut.
Menurut Bilal, Masjid Zayed memiliki potensi besar sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kota Solo. Karena itu, berbagai persoalan yang muncul di kawasan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh, termasuk masalah parkir.
“Jadi jalur biar steril juga. Dan tentu penataan ini akan lebih mempermudah pengawasan karena kita tahu di beberapa isu di media sosial juga karena parkirnya sudah tidak tertata terus terjadi semacam oknum untuk melakukan pungli begitu,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Ia menyebut laporan mengenai dugaan pungli di kawasan Masjid Zayed sudah beberapa kali diterima. Bahkan, anggota Komisi III DPRD Solo disebut telah melakukan sidak untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pengelolaan parkir.
Bilal menilai, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kenyamanan pengunjung. Menurutnya, kesan yang kurang baik dari wisatawan juga dapat berdampak terhadap citra Kota Solo sebagai daerah tujuan wisata.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar penataan tidak hanya berfokus pada sterilisasi atau pemindahan titik parkir. Para juru parkir (jukir) yang selama ini bekerja di kawasan tersebut juga perlu mendapat perhatian dan solusi.
“Sangat mendukung penataan Masjid Sayed sebagai wisata religi. Karena tidak semua daerah punya, kita punya dan harus kita optimalkan,” katanya.
Bilal mendorong adanya komunikasi antara pemerintah, jukir, dan masyarakat yang terdampak. Sistem pengelolaan parkir, tarif, hingga mekanisme pengawasan juga perlu dibuat secara jelas.
“Kita percaya penataan yang baik bukan sekadar memindahkan lokasi parkir, tetapi juga memastikan siapa yang mengelola, bagaimana sistemnya, berapa tarifnya, bagaimana pengawasannya, serta bagaimana nasib para jukir yang terdampak,” imbuhnya.
Ia berharap penataan kawasan Masjid Zayed mampu menghadirkan lingkungan yang lebih tertib tanpa mengabaikan masyarakat yang terdampak.
“Mari kita lihat persoalan ini secara utuh. Kita dukung penataannya, kita kawal prosesnya, dan kita pastikan tidak ada masyarakat yang ditinggalkan,” pungkasnya.
Redaktur : Silvia Agnes









