LINGKARSOLO, SRAGEN – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat warga panik karena suara gemuruh angin terdengar keras dan mengguncang atap rumah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan material cukup terasa. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp44,5 juta. Sejumlah rumah di Desa Karanganom mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Di Dukuh Genengsari RT 03, empat pohon jati tumbang dan menghantam area sekitar permukiman. Akibatnya, tujuh rumah mengalami kerusakan pada bagian teras. Kerugian di lokasi ini ditaksir mencapai Rp38,5 juta. Sementara itu, di RT 01 dukuh yang sama, satu rumah mengalami kerusakan pada atap dengan sekitar 100 genteng pecah.
Kerusakan juga terjadi di Dukuh Karanganom. Di RT 06, dua rumah tertimpa pohon tumbang dan ratusan genteng rusak akibat terpaan angin. Nilai kerugian di titik tersebut diperkirakan sekitar Rp4,4 juta. Tak jauh dari lokasi itu, di RT 07, pohon jati roboh dan mengenai kabel listrik sehingga sempat menyebabkan gangguan aliran listrik. Kerugian akibat insiden ini diperkirakan sekitar Rp1,5 juta.
Sedangkan di RT 08, tiga rumah mengalami kerusakan ringan dengan total kerugian sekitar Rp600 ribu. Selain merusak bangunan, pohon-pohon besar yang tumbang juga menutup sebagian badan jalan raya Sukodono sehingga arus lalu lintas sempat terhambat.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyassari melalui Kapolsek Sukodono menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni dipicu faktor alam. “Kejadian ini akibat hujan deras disertai angin kencang. Tidak ada unsur tindak pidana,” ujarnya.
Begitu menerima laporan warga, personel Polsek Sukodono langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas bekerja bersama BPBD Kabupaten Sragen dan masyarakat setempat membersihkan batang pohon yang melintang di jalan serta menimpa rumah warga.
Dengan menggunakan mesin pemotong kayu, batang pohon berdiameter besar dipotong agar akses jalan kembali terbuka. Petugas juga membantu warga membersihkan puing-puing genteng dan memindahkan barang-barang dari rumah yang terdampak.
Beberapa anggota kepolisian terlihat mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan, sementara koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk mempercepat perbaikan jaringan listrik yang terganggu.
Dalam beberapa jam, jalur yang sempat tertutup berhasil dibersihkan dan aktivitas warga mulai kembali normal. Hingga malam hari, situasi di wilayah terdampak dilaporkan aman dan kondusif.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa peralihan musim yang kerap disertai hujan lebat dan angin kencang.
Redaktur : Silvia Agnes








