Home Berita Seni Inklusi Hadir di Ruang Publik, FORKESI Surakarta Gelar FEBRUARI KASIH

Seni Inklusi Hadir di Ruang Publik, FORKESI Surakarta Gelar FEBRUARI KASIH

183
0

lingkarsolo.com – Ruang publik tidak selalu identik dengan panggung seni. Namun pada Sabtu (7/2/2026), Hall The Park Mall Surakarta menjelma menjadi ruang ekspresi inklusif. Anak-anak dan remaja penyandang disabilitas tampil percaya diri melalui tarian, pantomim, puisi, hingga fashion show dalam kegiatan bertajuk FEBRUARI KASIH, yang digelar Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI) Chapter Surakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Bulan Kasih yang dimaknai bukan sekadar sebagai momentum empati, tetapi juga ruang praktik inklusi yang nyata. Dengan memilih pusat perbelanjaan sebagai lokasi acara, FORKESI ingin mendekatkan seni inklusif langsung ke tengah masyarakat, tanpa sekat dan stigma.

Sejak pagi, suasana hall mall tampak berbeda. Setelah pembukaan acara, lagu Indonesia Raya dan Mars FORKESI dikumandangkan bersama seluruh hadirin. Penampilan tari “Indonesia Menari” dari siswa SLBN Surakarta menjadi pembuka rangkaian seni yang langsung menarik perhatian pengunjung mall.

Berbagai pertunjukan kemudian tampil silih berganti. Pantomim, puisi doa, hingga gymnastic performance dibawakan oleh pelajar SLB dan komunitas inklusif dengan penuh penghayatan. Tepuk tangan penonton tak hanya datang dari tamu undangan, tetapi juga pengunjung mall yang berhenti sejenak untuk menyaksikan.

Salah satu segmen yang paling menyita perhatian adalah fashion show bertema “In-Nusantara”. Para siswa SLB, peserta pendidikan nonformal, dan komunitas kebaya tampil di atas panggung mengenakan busana karya desainer lokal. Dengan langkah mantap, mereka menunjukkan bahwa dunia fashion dan kreativitas terbuka bagi siapa saja.

Acara dibuka secara resmi oleh Pembina FORKESI Chapter Surakarta, dilanjutkan sambutan dari manajemen The Park Mall, kemudian Ketua FORKESI Surakarta, Nana Sunar Sasih.

Dalam acara ini, hadir pula Wakil Wali Kota Surakarta – Astrid Widayani, selaku Bunda Penggerak Inklusi Surakarta, serta perwakilan Dinas Sosial Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Surakarta menekankan bahwa inklusi harus diwujudkan dalam bentuk akses dan kesempatan nyata. Menurutnya, penyandang disabilitas membutuhkan dukungan ekosistem yang memungkinkan mereka mandiri dan berdaya, termasuk di sektor ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut tercermin dari rencana lanjutan yang disampaikan FORKESI Surakarta. Organisasi ini akan menggelar pelatihan UMKM tematik pada pertengahan Februari 2026 di kawasan Keprabon, Ngarsopuro. Program tersebut dirancang berbasis praktik langsung, mulai dari pelatihan, kurasi produk, hingga simulasi berdagang di ruang publik kreatif.

FEBRUARI KASIH juga dihadiri akademisi, pegiat seni, komunitas inklusi, serta keluarga penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, FORKESI Surakarta menegaskan bahwa seni dapat menjadi bahasa bersama untuk membangun ruang publik yang lebih setara, inklusif, dan manusiawi.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here