Home Berita Diterjang Hujan Angin, Rumah Warga Mondokan Sragen Ambruk dalam Sekejap

Diterjang Hujan Angin, Rumah Warga Mondokan Sragen Ambruk dalam Sekejap

108
0

lingkarsolo.com – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah rumah warga di wilayah Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, roboh pada Sabtu (21/2/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Dukuh Pengkolrejo, RT 16, Desa Tempelrejo.

Rumah yang ambruk diketahui milik Suyanto (60), seorang petani setempat. Saat kejadian, korban sedang berada di dalam rumah bersama istrinya, Suyati. Keduanya tengah makan malam ketika tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari bagian atap rumah. Cuaca saat itu dilaporkan hujan deras disertai hembusan angin yang cukup kuat.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara kayu berderak dari bagian bangunan. Menyadari kondisi rumah yang mulai tidak aman, Suyanto dan istrinya segera berlari keluar menyelamatkan diri menuju rumah anak mereka yang berada tepat di samping lokasi. Tidak lama setelah mereka keluar, bangunan rumah tersebut roboh.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sebagian besar bangunan rumah mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat ditempati. Diduga, selain diterpa hujan dan angin, kondisi rumah yang sudah lapuk turut menjadi penyebab bangunan mudah runtuh.

Kepala Desa Tempelrejo, Agung Dwi Harjanto, menerima laporan dari korban tidak lama setelah kejadian. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Mondokan untuk penanganan lebih lanjut. Peristiwa ini juga tercatat dalam laporan kepolisian nomor LP/GANGGUAN/3/II/2026/SPKT/POLSEK MONDOKAN/POLRES SRAGEN/POLDA JATENG.

Petugas dari Polsek Mondokan bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan membantu proses evakuasi. Aparat juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut.

Selain melakukan pendataan, petugas bersama warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Proses pembersihan dilakukan agar area sekitar tetap aman dan tidak membahayakan warga lainnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp15 juta. Hingga saat ini, korban sementara waktu mengungsi di rumah keluarga terdekat.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur. Polisi juga berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan situasi di lokasi tetap terkendali.

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Warga yang memiliki rumah dengan kondisi bangunan sudah tua atau rapuh diminta segera melakukan perbaikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here