LINGKARSOLO, SURAKARTA – Kampung Jawani di Kelurahan Banjarsari terus berbenah. Kampung yang dikenal sebagai ruang pelestarian budaya Jawa ini kini didorong menjadi salah satu tujuan wisata baru di Kota Solo.
Harapan itu muncul saat perayaan ulang tahun ke-3 Kampung Jawani yang digelar Jumat (12/6). Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani menilai, kampung ini memiliki potensi besar karena hampir seluruh aktivitas budayanya dijalankan langsung oleh warga setempat.
Berbeda dengan kampung tematik lain yang identik dengan produk tertentu, Kampung Jawani justru menawarkan suasana kehidupan masyarakat Jawa yang masih terjaga. Pengunjung bisa melihat langsung berbagai kegiatan seni dan budaya yang rutin dilakukan warga.
Di kampung tersebut terdapat latihan gamelan, kelompok tari tradisional, pertunjukan wayang kulit, hingga museum budaya. Warga juga mengembangkan usaha mikro dan produk lokal yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Menurut Wakil Walikota Surakarta, kekuatan Kampung Jawani bukan hanya pada fasilitas yang dimiliki, tetapi juga pada semangat warga yang terlibat aktif menjaga tradisi.
“Kampung Jawani ini sebenarnya merupakan representasi bagaimana budaya di Kota Solo, khususnya budaya Jawa, diangkat dalam bentuk partisipasi aktif warganya,” ujarnya.
Saat ini Kampung Jawani juga sudah memiliki homestay yang dapat digunakan wisatawan. Fasilitas itu dinilai menjadi nilai tambah karena pengunjung dapat merasakan suasana kampung budaya lebih lama.
Agar semakin menarik, pengelola kampung diminta menyusun konsep kunjungan wisata yang lebih rapi. Dengan demikian, wisatawan yang datang bisa menikmati seluruh potensi yang ada tanpa kebingungan.
Konsep yang diusulkan cukup sederhana. Wisatawan disambut dengan minuman jamu tradisional, kemudian diajak melihat pertunjukan wayang kulit, menyaksikan latihan gamelan dan tari, berkeliling museum budaya, lalu berbelanja produk UMKM milik warga.
Dengan alur yang jelas, pengalaman wisata yang diperoleh pengunjung akan lebih berkesan. Apalagi jika nantinya tersedia petunjuk atau peta kawasan yang memudahkan wisatawan menjelajahi setiap sudut kampung.
“Ketika alurnya sudah diperbaiki dan dikemas dengan baik, bahkan dilengkapi peta kawasan yang memudahkan pengunjung, saya yakin Kampung Jawani akan semakin menarik untuk dikunjungi wisatawan,” katanya.
Ke depan, Astrid Widayani berharap, Kampung Jawani tidak hanya menjadi tempat pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui kegiatan seni, tradisi, dan produk lokal yang dimiliki, kampung ini berpeluang menjadi wajah baru wisata budaya Kota Solo yang tumbuh dari kekuatan warganya sendiri.
Redaktur : Silvia Agnes








