Home Berita Solo Heritage Festival 2026 Ditutup Meriah, Pasar Nostalgia hingga Film Cagar Budaya...

Solo Heritage Festival 2026 Ditutup Meriah, Pasar Nostalgia hingga Film Cagar Budaya Jadi Daya Tarik Pengunjung

109
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Rangkaian Solo Heritage Festival (SHF) 2026 resmi berakhir pada Minggu (14/06) malam setelah berlangsung sejak 12 Juni 2026. Hari terakhir festival di kawasan Taman Balekambang Surakarta dipadati pengunjung yang ingin menikmati berbagai sajian budaya, mulai dari pertunjukan seni tradisional, Pasar Nostalgia, pameran edukasi, hingga pemutaran film bertema cagar budaya.

Sejak pagi hari, area festival ramai oleh masyarakat yang datang untuk melihat beragam kegiatan penutup. Salah satu yang paling banyak menarik perhatian adalah Pasar Nostalgia yang menghadirkan barang-barang lawas seperti kaset jadul, koleksi barang antik, mainan vintage, hingga bursa motor dan mobil klasik yang mengingatkan pengunjung pada suasana masa lalu.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati pameran cagar budaya dan kegiatan edukatif yang dirancang untuk mengenalkan nilai-nilai warisan budaya kepada generasi muda. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal.

Di Bale Pangenggar Taman Balekambang, lomba mewarnai bertema Warisan Budaya Surakarta turut menjadi magnet bagi pengunjung. Sementara itu, program Rupa Rasa Warisan Budaya menghadirkan pengalaman yang menggabungkan unsur seni, budaya, dan kearifan lokal dalam satu ruang interaktif.

Memasuki siang hari, panggung hiburan kesenian menampilkan berbagai pertunjukan tari tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya Kota Solo. Penampilan tersebut menjadi penutup yang mengesankan bagi seluruh rangkaian festival.

Tak hanya pertunjukan seni, SHF 2026 juga menghadirkan pemutaran film berlatar cagar budaya Surakarta. Pada sesi pertama diputar sejumlah karya seperti The Mangkunegaran Palace, Kirab Boyong Kedhaton, Sekaten, Pasar Gede, serta Solo Masa Depan, Solo Masa Lalu. Sementara sesi kedua menghadirkan film Rajamala Riwayatmu Kini, Ora Abot Ora Maem, Rahasia Tempa Sang Empu, Revealing The Meaning Layers of Sriwedari, dan Rasa(h).

Acara sore hari dimeriahkan dengan sesi awarding, sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang dari berbagai lomba yang digelar selama pelaksanaan SHF 2026.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan berkontribusi dalam menyelesaikan Solo Heritage Project. Semoga pelestarian yang telah kita bangun bersama terus berlangsung, terus tumbuh, dan dapat menjadi energi positif bagi pemajuan Surakarta,” ujarnya.

Astrid mengatakan, penutupan SHF 2026 menjadi penegas bahwa pelestarian budaya tidak hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menghidupkannya agar tetap relevan bagi generasi mendatang.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here