Home Berita Taruna Akpol Angkatan 60 Berbagi Sembako untuk Lansia dan Dhuafa di Sragen

Taruna Akpol Angkatan 60 Berbagi Sembako untuk Lansia dan Dhuafa di Sragen

125
0

LINGKARSOLO, SRAGEN – Kegiatan sosial yang dilakukan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat I Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya di Kabupaten Sragen menghadirkan suasana hangat bagi warga lanjut usia dan kaum dhuafa. Melalui program bertajuk Berbagi Kasih Membangun Rasa Empati dan Peduli untuk Kaum Lansia dan Dhuafa, para calon perwira Polri tersebut turun langsung menyapa masyarakat di Dukuh Prandegan, Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Minggu (14/6/2026).

Kehadiran para taruna disambut antusias warga. Tidak sedikit lansia yang tampak terharu saat menerima bantuan sembako yang dibawa langsung ke rumah mereka. Bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, sarden, mi instan, hingga susu.

Namun kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan. Para taruna juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi dengan warga. Mereka berbincang, mendengarkan cerita kehidupan para lansia, sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Latihan Kerja (Latja) Taruna Akpol di wilayah Polres Sragen serta menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan ini, para peserta didik Akpol mendapatkan pengalaman lapangan yang berbeda dari proses pembelajaran di dalam kelas.

Di sela kegiatan, para taruna terlihat membaur tanpa jarak dengan masyarakat. Mereka duduk bersama warga, mendengarkan berbagai kisah kehidupan, hingga memberikan dukungan moral kepada penerima bantuan. Suasana kekeluargaan pun terasa selama kegiatan berlangsung.

Kabag SDM Polres Sragen, Kompol Joko Widodo, mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut memiliki tujuan penting dalam pembentukan karakter calon anggota Polri.

“Melalui kegiatan berbagi kasih ini, para Taruna diajak untuk membangun rasa empati dan kepedulian terhadap kaum lansia dan dhuafa. Mereka belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung sehingga nantinya mampu menjadi anggota Polri yang humanis, dekat dengan rakyat, dan peka terhadap persoalan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan memahami kondisi masyarakat menjadi bekal yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan akademik maupun keterampilan kepolisian lainnya. Karena itu, pendekatan sosial seperti ini terus didorong sebagai bagian dari proses pendidikan calon perwira Polri.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Polres Sragen, anggota Polsek setempat, perwira pendamping Akpol, hingga perwakilan orang tua taruna. Mereka turut menyaksikan bagaimana para peserta didik belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Bagi Taruna Akpol Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya, pengalaman bertemu lansia dan kaum dhuafa menjadi pelajaran berharga tentang arti pengabdian. Dari kegiatan sederhana itu, mereka belajar bahwa menjadi pelayan masyarakat tidak hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga tentang kepedulian, empati, dan kehadiran nyata bagi warga yang membutuhkan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here