LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Solo mengambil langkah tegas dalam menjaga kondusivitas selama momen Lebaran 2026. Hal ini disampaikan langsung oleh Respati Ardi saat ditemui di halaman Balaikota Surakarta, Sabtu (21/03) pagi.
Sejak H-7 Lebaran, Pemkot Solo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melakukan berbagai upaya antisipasi. Koordinasi intensif dilakukan terutama dengan pihak kepolisian guna menghindari potensi gangguan keamanan di wilayah kota.
“Kami di Pemerintah Kota Solo sudah mengantisipasi sejak H-7 Lebaran bersama Forkopimda, terutama dengan Polresta, untuk membatasi hal-hal yang berindikasi kerusuhan,” ujar Respati.
Pengawasan difokuskan pada aktivitas yang berpotensi memicu keramaian tidak terkendali, terutama di titik-titik perbatasan kota. Salah satu yang menjadi perhatian adalah konvoi kendaraan bermotor serta penggunaan sound system berlebihan yang dikenal dengan istilah sound horek.
Fenomena tersebut dinilai tidak sejalan dengan nilai budaya Kota Solo yang selama ini dikenal tenang dan tertib. Karena itu, Pemkot bersama aparat langsung mengambil tindakan di lapangan.
“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat, tapi untuk rombongan motor dan sound horek yang tidak sesuai budaya Kota Solo, itu kami batasi dan sudah diamankan oleh pihak berwajib,” lanjutnya.
Respati menegaskan bahwa langkah pembatasan ini bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat, melainkan untuk menjaga kenyamanan bersama, terutama bagi warga dan wisatawan yang datang ke Solo saat Lebaran.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat ikut menjaga suasana kondusif dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Menurutnya, momen Lebaran seharusnya dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, bukan justru menimbulkan keresahan.
Selain itu, Pemkot Solo juga ingin memastikan citra kota tetap positif sebagai destinasi wisata budaya. Dengan suasana yang aman dan tertib, wisatawan diharapkan merasa nyaman selama berkunjung.
“Kami ingin Solo tetap menjadi kota yang nyaman, aman, dan berbudaya, terutama di momen Lebaran seperti ini,” imbuhnya.
Dengan pengawasan yang diperketat dan dukungan masyarakat, Pemerintah Kota Solo optimistis situasi selama Lebaran akan tetap terkendali tanpa gangguan berarti.
Redaktur : Silvia Agnes








