Home Berita Usia 116 Tahun, Wayang Orang Sriwedari Terus Rawat Tradisi Lewat Jamasan Nyai...

Usia 116 Tahun, Wayang Orang Sriwedari Terus Rawat Tradisi Lewat Jamasan Nyai Denok

103
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Tradisi jamasan Patung Nyai Denok kembali menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Wayang Orang Sriwedari di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Surakarta, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang rutin digelar setiap Bulan Sura ini menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya yang telah bertahan selama lebih dari satu abad.

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Setelah itu, dilakukan penyucian Patung Nyai Denok, Patung Kyai Bagus, serta puluhan perangkat gamelan yang selama ini digunakan sebagai pengiring pementasan Wayang Orang Sriwedari. Seluruh benda budaya tersebut dibersihkan menggunakan air bunga sebagai bagian dari tradisi penyucian.

Sejumlah pemain Wayang Orang Sriwedari turut memeriahkan kegiatan melalui penampilan seni di hadapan masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan pembagian gunungan hasil bumi yang langsung disambut antusias warga.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani mengatakan, tradisi jamasan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Wayang Orang Sriwedari yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Surakarta.

“Ini merupakan bentuk perhatian sekaligus doa untuk Wayang Orang Sriwedari. Wayang Orang Sriwedari adalah bagian dari heritage sejarah Kota Surakarta yang sampai sekarang masih terus dilestarikan,” ujar Astrid.

Ia menjelaskan, doa yang dipanjatkan dalam prosesi jamasan juga ditujukan agar seluruh aktivitas di Gedung Wayang Orang Sriwedari berjalan lancar. Tidak hanya bagi para seniman yang tampil di atas panggung, tetapi juga seluruh pekerja yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas kesenian di lokasi tersebut.

“Harapannya semua yang beraktivitas di Gedung Wayang Orang Sriwedari diberikan kelancaran, mulai dari para pemain hingga seluruh masyarakat yang mencari nafkah di sini,” katanya.

Astrid juga mengapresiasi meningkatnya minat masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Bahkan, menurutnya, kalangan generasi muda kini mulai banyak yang datang untuk menikmati pertunjukan seni tradisional tersebut.

“Tahun ke tahun semakin ramai. Antusiasme masyarakat meningkat, termasuk anak-anak muda. Ini menjadi tren yang sangat baik bagi pelestarian budaya,” ungkapnya.

Melihat perkembangan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berencana memberikan perhatian lebih terhadap Gedung Wayang Orang Sriwedari pada tahun depan. Pengembangan kawasan itu diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata budaya sekaligus menjaga keberlangsungan kesenian tradisional yang telah menjadi kebanggaan Kota Solo.

 

Redaktur : Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here