Home Berita Pemkot Surakarta Perkuat Edukasi Karakter, Respati Ardi Soroti Pencegahan LGBT Sejak Sekolah

Pemkot Surakarta Perkuat Edukasi Karakter, Respati Ardi Soroti Pencegahan LGBT Sejak Sekolah

85
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah sebagai upaya mencegah penyimpangan seksual, termasuk fenomena LGBT. Langkah tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, usai rapat paripurna bersama DPRD Surakarta,

Respati mengatakan pemerintah kota telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk membahas persoalan tersebut. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan melalui edukasi sejak dini agar anak-anak memiliki pemahaman yang tepat mengenai nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

“Saya pernah berkomunikasi dengan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Patroli Perintis Presisi (B3), kepolisian, dan juga pihak terkait. Karena ini persoalan yang serius, maka edukasi mulai dari sekolah terkait penyimpangan seksual menjadi hal yang penting. Kebebasan ini juga perlu kita awasi,” ujar Respati.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Surakarta akan mengambil langkah sesuai kewenangan yang dimiliki dan tidak akan memberikan ruang terhadap normalisasi LGBT di Kota Solo.

“Kita serius terhadap persoalan LGBT. Hari ini bersama Pemerintah Kota, kami akan menjalankan proses agar tidak menormalisasikan LGBT di Kota Surakarta,” katanya.

Meski demikian, Respati menilai pendekatan edukasi tetap menjadi prioritas dibandingkan langkah lain. Menurutnya, pembinaan karakter harus dimulai sejak peserta didik berada di bangku sekolah.

“Yang penting itu edukasi dulu. Mental anak-anak dibangun sejak sekolah. Pengawasan, pembinaan, termasuk peran guru-guru juga sangat penting,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi agar langkah pencegahan berjalan lebih efektif. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif sekaligus memberikan pendampingan kepada generasi muda.

Respati juga menyampaikan bahwa implementasi kebijakan nantinya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah Kota Surakarta akan mengutamakan pembinaan, pengawasan, serta pendidikan sebagai langkah utama dalam menyikapi persoalan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun karakter generasi muda sehingga upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here