Home Berita Festival Payung Indonesia 2026 di Solo Siap Digelar, Ribuan Payung dan Seni...

Festival Payung Indonesia 2026 di Solo Siap Digelar, Ribuan Payung dan Seni Asia Bakal Meriahkan Balekambang

137
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Festival Payung Indonesia (FESPIN) ke-13 kembali hadir di Kota Solo. Mengusung tema “Catra Padi – Sepayung Dewi Sri”, festival budaya ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni 4-6 September 2026 di Taman Balekambang, Solo.

Rangkaian FESPIN 2026 tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni. Pengunjung juga akan diajak melihat pameran, mengikuti workshop, menikmati kuliner, hingga mengenal lebih jauh sejarah dan budaya yang berkaitan dengan padi serta payung tradisional.

Direktur Program FESPIN, Heru Prasetya mengatakan, kegiatan tahun ini dikemas sebagai festival yang berlangsung sejak pagi hingga malam. Pertunjukan akan tersebar di tiga lokasi utama di kawasan Taman Balekambang.

“Jadi 163 pertunjukan nanti akan di marathon di tiga panggung itu,” ujar Heru saat jumpa pers FESPIN 2026 di Rumah Padi, Taman Balekambang, Rabu (2/9/2026).

Tiga panggung tersebut berada di Amphitheater, area bawah Patung Partina, serta Gedung Kesenian. Pertunjukan dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar 23.00 WIB.

Selain pertunjukan, FESPIN juga menyiapkan lebih dari 5.000 payung dari berbagai daerah untuk dipamerkan. Sejumlah karya kreatif seperti payung rajut, payung perca dan sulam turut ditampilkan.

Menariknya, pengunjung tidak hanya melihat hasil karya. Sejumlah komunitas juga membuka workshop sehingga masyarakat dapat ikut mempelajari proses kreatif di balik produk yang dipamerkan.

“Tidak hanya jadi penonton, tapi mereka bisa bareng-bareng workshop di sini juga,” kata Heru.

FESPIN 2026 juga membawa nuansa internasional melalui keterlibatan sejumlah negara Asia. Kolaborasi budaya tersebut hadir melalui seni pertunjukan, fashion, hingga pameran karya seni.

Ratusan kelompok seni dari berbagai daerah di Indonesia juga dijadwalkan ambil bagian. Kegiatan tersebut sekaligus dipadukan dengan Pasar Festival yang menghadirkan produk craft, fashion, UMKM, dan kuliner.

Menurut Heru, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari jumlah penonton. Kolaborasi dan keterlibatan banyak pihak menjadi bagian penting dari keberlanjutan FESPIN.

Tahun sebelumnya, festival ini tercatat menarik hampir 32 ribu pengunjung. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga dinilai memberikan dampak terhadap sektor hotel, kuliner, transportasi dan ekonomi kreatif di Solo.

Tema Padi dan Dewi Sri menjadi bagian penting dalam FESPIN tahun 2026 ini. Padi dipandang bukan sekadar bahan pangan, tetapi memiliki perjalanan sejarah dan hubungan erat dengan kebudayaan masyarakat di berbagai wilayah Asia.

Melalui FESPIN 2026, pengunjung diajak memahami perjalanan tersebut sekaligus melihat bagaimana tradisi dapat terus dikembangkan melalui seni dan kreativitas.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here