Home Berita Dari Solo ke Korea Selatan, Auranala dan Woro Mustiko Bawa Harmoni Indonesia...

Dari Solo ke Korea Selatan, Auranala dan Woro Mustiko Bawa Harmoni Indonesia ke Busan

67
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Grup musik asal Surakarta, Auranala, membawa warna musik Indonesia ke panggung internasional melalui Busan Performing Arts Festival 2026 di Busan, Korea Selatan. Dalam festival yang berlangsung 18-20 September 2026 itu, Auranala tampil bersama seniman muda Woro Mustiko melalui konsep pertunjukan “Lost in Harmony – Indonesia”.

Auranala yang beranggotakan Dimas Pratama, Nandang Dwi Prasetyo, dan Robertus Grassianus Bagus memadukan musik elektronik dengan berbagai unsur musik tradisi Jawa. Kolaborasi tersebut menjadi upaya memperkenalkan budaya Indonesia dengan kemasan yang lebih dekat dengan perkembangan musik masa kini.

Pertemuan karakter musik Auranala dan Woro Mustiko menjadi bagian utama dalam pertunjukan mereka di Busan. Woro dikenal sebagai penyanyi keroncong, pesinden, penari sekaligus dalang yang memiliki pengalaman dalam berbagai panggung seni di Indonesia maupun internasional.

Sementara itu, Dimas Pratama dikenal sebagai penyanyi dan DJ yang banyak mengeksplorasi musik Jawa dalam berbagai genre, mulai keroncong, dangdut hingga pop. Ia juga pernah terlibat dalam sejumlah festival, termasuk Solo Keroncong Festival dan Tong Tong Fair di Belanda.

Nandang Dwi Prasetyo turut memperkuat sisi gitar dalam kelompok tersebut. Musisi asal Solo itu telah merilis sejumlah karya, seperti “Musim”, “Tanpa Memandang”, dan “Imajiner”. Ia juga aktif dalam berbagai pertunjukan yang mempertemukan musik tradisional dan modern.

Adapun Robertus Grassianus Bagus memiliki latar sebagai musisi, komposer, arranger sekaligus pemain flute. Pengalamannya dalam mengembangkan musik keroncong kontemporer turut memberikan warna pada konsep musikal Auranala.

Dalam penampilannya di Busan, Auranala membawakan sejumlah karya, di antaranya “Dhandhaka Soliloquy”, “Lumaku”, “Bintang Bintang”, “Kangen Ini Laut Tak Bertepi”, “Sesat Fikir”, Medley Nusantara, serta “Arirang”.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Jawa dapat terus hidup dan berkembang melalui berbagai bentuk ekspresi. Musik modern dan tradisi bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, tetapi dapat bertemu dan menciptakan karya baru,” demikian semangat yang dibawa Auranala.

Keikutsertaan Auranala mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan LPDP melalui Dana Indonesia Raya. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi karya seni Indonesia untuk dikenal di tingkat internasional.

Melalui Busan Performing Arts Festival 2026, Auranala dan Woro Mustiko membawa kekayaan musik berbasis budaya Jawa ke hadapan penonton Korea Selatan sekaligus memperkenalkan karya Indonesia melalui pendekatan musik yang lebih modern.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here