Home Berita 14 Hari Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Surakarta Masuk Masa Transisi

14 Hari Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Surakarta Masuk Masa Transisi

35
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA  – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta, memasuki tahap transisi setelah berlangsung selama 14 hari. Asap dari kebakaran disebut sudah padam secara signifikan, namun petugas masih menghadapi potensi gas metana.

Wali Kota Surakarta mengatakan, kondisi tersebut membuat penanganan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah dan stakeholder terkait masih akan memastikan kawasan TPA aman.

“Alhamdulillah, tepat 14 hari, asap sudah padam. Tetapi ternyata masih ada gas metan yang harus segera kita tangani,” ujarnya.

Pada masa transisi ini, BPBD, BNPB, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, relawan, dan sejumlah stakeholder tetap menjalankan penanganan sesuai tugas masing-masing.

Salah satu perhatian pemerintah adalah keberadaan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di sekitar kawasan TPA Putri Cempo. Jaringan listrik tersebut telah berdiri sejak 1976 dan menjadi bagian penting dalam pasokan listrik di wilayah Solo.

“Ini menjadi penanganan yang prioritas agar tidak terjadi masalah listrik ke depannya,” jelasnya.

Untuk mengurangi potensi bahaya gas metana, proses pendinginan dan injeksi air masih dilakukan. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menentukan langkah penanganan, termasuk metode pengeluaran gas yang aman bagi masyarakat.

“Gas metana akan kita keluarkan dengan metode yang aman dan tidak berbahaya bagi masyarakat. Tentunya kepentingan masyarakat ini menjadi yang utama,” tegasnya.

Selain persoalan gas, Pemkot Surakarta menyiapkan evaluasi terhadap pengelolaan TPA Putri Cempo. Evaluasi mencakup penerimaan sampah baru, pembagian blok, sistem pengelolaan, serta keberlanjutan fasilitas pengolahan sampah.

Pemerintah juga melihat peluang pemanfaatan timbunan sampah lama atau old waste melalui konsep waste to resource maupun teknologi pengolahan lainnya.

“Kalau penambahan lahan itu hanya memperpanjang masalah lagi. Kita akan gunakan sampah lama terlebih dahulu,” katanya.

Kebutuhan anggaran selama masa transisi akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Penambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat dilakukan jika memang dibutuhkan.

Selama 14 hari penanganan kebakaran, sekitar 400 personel dari berbagai unsur terlibat dalam proses pemadaman TPA Putri Cempo.

Wali Kota menyebut masa penanganan ini menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semuanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, TNI, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Udara, rekan-rekan Damkar yang tidak mengenal lelah, serta para relawan yang selama 14 hari bekerja keras 24 jam untuk memadamkan api di Putri Cempo,” pungkasnya.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here