Home Berita 87 Aduan Masuk ke Layanan 110 Polres Sragen Selama Arus Mudik Lebaran...

87 Aduan Masuk ke Layanan 110 Polres Sragen Selama Arus Mudik Lebaran 2026

93
0

LINGKARSOLO, SRAGEN – Selama arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, layanan darurat 110 milik Polres Sragen mencatat puluhan laporan dari masyarakat. Total sebanyak 87 panggilan masuk diterima operator selama periode tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 75 laporan berhasil ditangani dengan baik. Sementara 12 panggilan lainnya tercatat sebagai misscall atau tidak tersambung. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan cepat selama perjalanan mudik.

Operator 110 menjadi garda terdepan dalam menerima setiap aduan. Mereka bekerja di balik layar, memastikan setiap laporan segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Aiptu Suwarno, salah satu operator, mengungkapkan bahwa berbagai jenis laporan masuk silih berganti. Mulai dari pemudik yang tersesat, permintaan bantuan darurat, hingga warga yang panik saat berada di perjalanan.

“Kami operator layanan 110 Polres Sragen. Selama arus mudik Lebaran ini, kami selalu siap menerima setiap laporan dan keluhan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut operator tetap tenang dan fokus. Informasi yang diterima harus digali dengan jelas sebelum diteruskan agar penanganan di lapangan bisa berjalan tepat.

“Suka duka tentu kami rasakan, mulai dari membantu pemudik yang tersesat, hingga menerima panggilan darurat dalam kondisi panik,” jelasnya.

Di tengah tekanan pekerjaan, ada kepuasan tersendiri bagi para operator. Membantu masyarakat dinilai sebagai bentuk pengabdian sekaligus ibadah, terlebih di bulan Ramadan.

“Namun bagi kami, bisa membantu masyarakat adalah kebanggaan tersendiri. Terlebih kegiatan ini kita bisa sambil beribadah,” ungkapnya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Salah satunya panggilan iseng yang masuk ke layanan 110, yang dapat menghambat pelayanan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Dukanya, kalau ada laporan yang hanya iseng, kami harus lebih sabar, apalagi di tengah menjalankan ibadah puasa,” tambahnya.

Sementara itu, Ipda Dicky menyampaikan bahwa layanan 110 berperan penting dalam mendukung Operasi Ketupat Candi 2026. Setiap laporan yang masuk langsung menjadi dasar tindakan cepat di lapangan.

Dengan kerja yang konsisten, para operator terus memastikan masyarakat merasa aman. Di balik kesibukan itu, mereka tetap menjadi penghubung utama saat bantuan dibutuhkan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here