Home Berita Aksi Nyata Jaga Sungai Solo, Astrid Widayani Tuang Eco Enzyme di Kali...

Aksi Nyata Jaga Sungai Solo, Astrid Widayani Tuang Eco Enzyme di Kali Pepe dan Kali Anyar

79
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Upaya menjaga kebersihan sungai di Kota Surakarta kembali dilakukan lewat aksi nyata. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, turun langsung dalam kegiatan penuangan eco enzyme di kawasan Jembatan Pasar Gedhe, tepatnya di selasar selatan, Kamis (23/4).

Kegiatan ini menyasar aliran Sungai Kali Pepe dan Kali Anyar. Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan global Lions Clubs International Environmental Service atau Week of Service Environment yang digelar serentak di berbagai negara.

Program ini digagas oleh Lions Club International bersama sejumlah komunitas, seperti Lions Club Solo Penawa, Solo Putri, Solo Mustika, dan Solo Meraki. Mereka berkolaborasi untuk mendorong pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai di wilayah perkotaan.

Dalam kesempatan itu, Astrid menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni belaka. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kualitas lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata dari Lions Club dan seluruh komunitas yang terlibat. Ini bukan sekadar wacana, tetapi aksi langsung yang berdampak bagi lingkungan, khususnya kualitas air sungai di Kota Surakarta,” ujarnya.

Eco enzyme yang digunakan merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, seperti sisa makanan dan kulit buah. Inovasi ini dinilai mampu menjadi solusi alternatif dalam pengelolaan sampah sekaligus membantu memperbaiki kualitas air.

Astrid menjelaskan, komposisi sampah di Kota Surakarta didominasi sampah organik. Jumlahnya bahkan mencapai sekitar 70 persen dari total sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.

“Sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai, justru bisa diolah menjadi eco enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan. Ini perlu terus didorong dan dikembangkan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Surakarta juga terus mendorong peran aktif Dinas Lingkungan Hidup dalam mengembangkan pemanfaatan eco enzyme. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga diperkuat, termasuk dengan PDAM, guna menjaga kualitas air melalui riset dan pengembangan berkelanjutan. Hal ini penting agar hasil dari program ini bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Astrid juga menyoroti kondisi sungai di Kota Solo yang masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama di kawasan bantaran yang padat penduduk. Meski begitu, sungai tetap memiliki potensi besar sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata.

“Menjaga kebersihan dan kualitas sungai menjadi sangat penting, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk mendukung potensi wisata kota,” imbuhnya.

Menurutnya, kawasan Kali Pepe selama ini sudah mulai dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Karena itu, kualitas air dan kebersihan lingkungan harus terus dijaga bersama.

Pemerintah Kota Surakarta pun menilai program penuangan eco enzyme ini sebagai langkah awal yang berdampak besar jika dilakukan secara berkelanjutan.

“Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin luas ke depannya,” pungkas Astrid.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan sungai. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here