Home Berita Dua Perempuan Meninggal di Sawah Sragen dalam Sehari, Satu Tersengat Listrik Jebakan...

Dua Perempuan Meninggal di Sawah Sragen dalam Sehari, Satu Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Satu Diduga Dehidrasi

54
0

LINGKARSOLO, SRAGEN – Peristiwa duka terjadi di wilayah Kabupaten Sragen pada Selasa, 28 April 2026. Dalam satu hari, dua perempuan ditemukan meninggal dunia di area persawahan di dua kecamatan berbeda, yakni Sambungmacan dan Sidoharjo.

Kasus pertama terjadi di Dukuh Kiping, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, sekitar pukul 05.30 WIB. Seorang perempuan berinisial S (51), warga setempat, ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan persawahan. Diduga kuat korban tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang di area sawah.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang pemilik sawah yang hendak mematikan mesin genset di lokasi. Namun setibanya di area persawahan, ia melihat korban sudah dalam kondisi tertelungkup di dekat kabel listrik, sementara sepeda motor berada di sampingnya.

“Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan diduga mengenai kabel beraliran listrik yang digunakan untuk jebakan tikus,” ujar Kapolres Sragen dalam laporannya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa genset, kabel listrik, hingga sepeda motor milik korban. Dugaan sementara, korban terjatuh saat melintas dan tanpa sengaja menyentuh kabel bertegangan tersebut.

Sementara itu, di lokasi berbeda, peristiwa serupa juga terjadi di area persawahan Dukuh Nguwer, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo. Seorang perempuan lanjut usia berinisial P (80) ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya sempat terlihat duduk di area sawah sejak pagi hari. Bahkan, sempat meminta minum kepada warga yang melintas, namun tidak dihiraukan karena dikira mengalami gangguan kejiwaan.

Beberapa jam kemudian, korban ditemukan dalam kondisi terlentang dan sudah tidak bernyawa. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, kondisi tubuh yang kaku serta kulit yang mengelupas menunjukkan korban diduga meninggal akibat kelelahan dan kekurangan cairan.

Pihak keluarga korban diketahui telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Dua kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama terkait penggunaan listrik sebagai jebakan hama di sawah yang berpotensi membahayakan. Selain itu, warga juga dihimbau lebih peduli terhadap kondisi sekitar, terutama jika melihat orang dalam keadaan membutuhkan pertolongan di area terbuka.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penggunaan aliran listrik di area persawahan Sambungmacan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here