Home Berita Peluncuran Buku Astrid Widayani di Solo Square, Kisah Perjalanan Hidup hingga Kritik...

Peluncuran Buku Astrid Widayani di Solo Square, Kisah Perjalanan Hidup hingga Kritik Jadi Motivasi

60
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam peluncuran buku perdana Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang digelar di Atrium Solo Square Mall, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang peluncuran karya, namun juga wadah berbagi perjalanan hidup yang inspiratif.

Mengusung tema “Merayakan Perjalanan Astrid Widayani: Bertumbuh, Berkarya, Berdampak”, acara dirangkai dengan konsep yang memadukan budaya, refleksi, dan hiburan. Pembukaan diawali dengan tarian “Kipas Kiblat”, kemudian dilanjutkan pemutaran video profil yang menggambarkan perjalanan hidup Astrid dari berbagai fase.

Tak hanya itu, suasana acara juga semakin hidup dengan penampilan penyanyi muda Nuca yang menghibur para tamu undangan. Kehadirannya memberikan warna tersendiri, membuat acara terasa lebih santai namun tetap berkesan.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam peluncuran buku tersebut. Di antaranya Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono, hingga desainer ternama Anne Avantie.

Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan bahwa perjalanan hidupnya tidak lepas dari berbagai dukungan dan harapan dari orang-orang di sekitarnya. Ia menyebut, dorongan dari lingkungan menjadi energi dalam menjalani perannya hingga saat ini.

“Ada juga support system yang hadir dalam bentuk harapan dan aspirasi. Kalau dari teman-teman saya biasanya harapan, mbak semoga ini, mbak semoga itu. Dari masyarakat juga sama, mereka punya keinginan yang ingin diwujudkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya merasa bersyukur dapat diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari upaya mewujudkan harapan tersebut. Baginya, kehidupan tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga harus menjaga keseimbangan dengan sesama dan lingkungan.

“Tujuan saya, ada filosofi orang Jawa, hidup itu tidak hanya untuk diri sendiri, tapi bagaimana membuat semuanya seimbang. Sesama manusia, alam semesta, semua harus kita jaga,” jelasnya.

Dalam proses penulisan buku, Astrid mengaku menghadapi berbagai dinamika, mulai dari kritik hingga hal-hal negatif. Namun, semua itu justru ia jadikan sebagai bahan pembelajaran.

“Mulai dari kritik membangun, omongan negatif, bahkan mungkin fitnah, itu semua saya terima dan saya olah menjadi penguatan untuk diri saya,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung kondisi literasi masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian. Menurutnya, banyak orang terjebak pada persepsi yang dianggap benar, namun belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Melalui buku berjudul “The Untold Story Astrid Widayani”, ia merangkum tiga peran utama dalam hidupnya, yakni sebagai perempuan pemimpin, bagian dari keluarga, serta individu di tengah masyarakat.

“Kalau saya simpulkan, isi buku ini ada tiga peran. Saya sebagai perempuan pemimpin, saya sebagai bagian dari keluarga, dan hubungan saya dengan masyarakat,” tandasnya.

Peluncuran buku ini menjadi momen penting bagi Astrid, sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk kembali menumbuhkan minat literasi melalui kisah nyata yang sarat makna.

 

Oleh : Agus Haryanto

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here