Home Berita Respati Ardi Buka Suara soal Perang Sarung, Pemkot Solo Siapkan Sanksi untuk...

Respati Ardi Buka Suara soal Perang Sarung, Pemkot Solo Siapkan Sanksi untuk Orang Tua

141
0

lingkarsolo.com – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memberikan perhatian khusus terhadap maraknya aksi perang sarung yang melibatkan remaja di Solo Raya di bulan Ramadan. Ia menegaskan, fenomena tersebut tidak bisa dianggap sebagai permainan biasa karena berpotensi mengarah pada kekerasan dan perusakan.

Menurut Respati, berdasarkan analisis sementara, sejumlah pelaku yang terlibat bukan seluruhnya berasal dari Kota Solo. “Perang ini dari luar Solo, di analisa begitu,” ujarnya saat ditemui, Senin (23/2/2026). Meski demikian, Pemerintah Kota Surakarta tetap mengambil langkah tegas untuk mencegah aksi serupa terjadi kembali di wilayahnya.

Walikota Surakarta menyampaikan, pembinaan tidak hanya akan diberikan kepada anak-anak yang terlibat, tetapi juga kepada orang tua. Pemerintah kota akan melibatkan guru, kepala sekolah, serta aparat kepolisian dalam proses pendampingan tersebut.

“Kita tidak hanya memberikan sanksi kepada anaknya saja, tetapi juga orang tuanya. Mereka akan dibimbing bersama guru, kepala sekolah, dan pihak kepolisian,” tegasnya.

Respati menilai perang sarung sangat berbahaya karena sudah menunjukkan indikasi kekerasan. Modifikasi sarung yang diikat hingga keras bahkan diisi benda tertentu dapat melukai orang lain. Selain itu, aksi tersebut juga berpotensi memicu bentrokan antarkelompok remaja.

Sepekan terakhir, aparat kepolisian memang beberapa kali menggagalkan aksi serupa. Pada Sabtu (21/2/2026) malam, Tim Sparta Polresta Surakarta mengamankan sembilan remaja di kawasan Jebres, tepatnya di Jalan Sumpah Pemuda, Mojosongo, dan Jalan Ngoresan. Dari tangan mereka, polisi menyita tujuh sarung yang telah dimodifikasi, sejumlah telepon genggam, serta sepeda motor.

Kapolresta Surakarta, Catur Cahyono Wibowo, melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto, sebelumnya menegaskan bahwa perang sarung tidak lagi bisa dianggap tradisi Ramadan yang wajar. Sarung yang diikat padat dapat menjadi alat pemukul berbahaya dan memicu tawuran.

Selain sembilan remaja tersebut, aparat juga mengamankan 12 remaja di kawasan Jalan Mojo, Jebres, serta puluhan lainnya di sejumlah Lingkar Solo Raya dalam kurun waktu yang berdekatan. Barang bukti yang ditemukan antara lain sarung modifikasi, petasan, hingga bambu.

Respati menekankan pentingnya pengawasan orang tua, terutama pada malam hari. Ia berharap sinergi antara keluarga, sekolah, dan aparat keamanan dapat mencegah anak-anak terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Perang sarung ini sangat berbahaya sekali. Ada indikasi ke kekerasan dan perusakan. Jangan sampai ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tandasnya.

Pemerintah Kota Surakarta bersama kepolisian memastikan pengawasan akan diperketat selama Ramadan agar situasi tetap aman dan kondusif bagi masyarakat yang menjalankan ibadah.

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here