Home Berita 1.061 Koperasi Merah Putih Diresmikan di Indonesia, KKMP Sangkrah Jadi Percontohan di...

1.061 Koperasi Merah Putih Diresmikan di Indonesia, KKMP Sangkrah Jadi Percontohan di Solo

78
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Peresmian operasional 1.061 Koperasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) digelar serentak, Sabtu pagi (16/05/2026). Di Kota Solo, kegiatan dipusatkan di Gerai KKMP Sangkrah dan dihadiri langsung Wali Kota Solo – Respati Ardi, serta Kapolresta Surakarta – Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, dan Dandim 0735/Solo – Letkol Inf Arief Handoko Usman

Dalam kesempatan itu, Respati menyebut keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sangkrah diharapkan menjadi proyek percontohan sebelum diterapkan di kelurahan lain di Kota Solo. Menurutnya, konsep koperasi yang dijalankan harus benar-benar menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Badan ini dibuat untuk warga di Kelurahan Sangkrah. Ini menjadi pencontohan sebelum nantinya ada di kelurahan lain. Jadi benar-benar harus sesuai kebutuhan warga,” ujar Respati Ardi saat ditemui usai acara.

Ia menjelaskan, setiap koperasi nantinya memiliki pola yang berbeda. Sebab, kondisi dan kebutuhan warga di tiap daerah tidak sama. Karena itu, konsep pengembangan koperasi tidak bisa diseragamkan.

“Mereka akan menyesuaikan koperasi desa dan koperasi kelurahan. Semuanya akan berbeda-beda,” katanya.

Respati juga mengapresiasi kreativitas pengelola KKMP di Solo yang dinilai mampu berkembang secara organik. Menurut dia, pengembangan koperasi harus memanfaatkan potensi wilayah dan fasilitas yang sudah tersedia.

“Saya apresiasi kreativitas dari KKMP di Solo. Mereka bisa berjalan organik dan sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Terkait penyediaan lahan, Respati menerangkan, saat ini pemerintah masih melakukan pemetaan lokasi yang memungkinkan digunakan sebagai pengembangan koperasi kelurahan. Ia menyebut pemanfaatan aset yang sudah ada menjadi salah satu opsi utama.

“Nanti tinggal kita lihat kemampuan lahan yang tersedia untuk koperasi kelurahan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam proses pembangunan dan pengawasan pelaksanaan program, pihak TNI disebut turut membantu di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 0735/Solo Letkol Inf Arief Handoko Usman menegaskan, peran utama pembangunan tetap berada di tangan pihak terkait dan pelaksana teknis.

“Kalau kami dari TNI membantu pengawasan pelaksanaan pembangunan. Karena Babinsa ada di kelurahan, jadi membantu sampai bawah,” ungkapnya.

Dandim juga menyampaikan, distribusi logistik maupun kendaraan operasional dilakukan langsung oleh pihak pelaksana. Saat ini, untuk mendukung operasional di Solo sudah tersedia satu unit truk dan dua unit kendaraan penunjang lainnya.

“Kalau distribusi langsung dari pelaksana. Kami hanya diinformasikan hari ini kirim apa dan kebutuhan apa saja,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here