lingkarsolo.com – Puluhan Ojol Solo yang tergabung dalam Gabungan Aksi Driver Roda Dua (Garda) Solo Raya dan tukang becak, menggelar aksi demo di depan Balaikota Surakarta, Kamis, 22 Januari 2026. Demo yang berlangsung pagi tersebut, menolak Bajaj beroperasi di kota Solo. Dalam orasi aksi 221 Kepung Balaikota, meskipun sudah ada larangan beroperasi, namun pada kenyataannya, Bajaj masih berlalu lalang, bahkan ada di Jalur Utama kota Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi.
Tukang becak pun turut memberikan tuntutan agar pemerintah kota Surakarta memikirkan nasib tukang becak yang ada di Solo. Mencari solusi terbaik, supaya semua bisa berjalan lancar, dan tanpa mengurangi pemasukan tukang becak yang sehari hari juga mencari rejeki di kota Solo.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo – Taufiq Muhammad, didampingi Kepala Satpol PP Kota Solo – Didik Anggono, menemui peserta demo.
Koordinator Aksi, Bambang Wijanarko, menyerahkan surat tuntutan demo kepada Kepala Dishub Solo.
Taufiq memaparkan , Pemerintah Kota Surakarta bersama kepolisian sudah melakukan pendekatan dengan Maxride selaku operator bajaj online di Solo. Dalam proses tersebut, pihak manajemen Maxride Solo meminta waktu untuk berkoordinasi dengan Maxride pusat.
” Maxride mengklaim bahwa dirinya adalah sepeda motir. Namun, secara ternis sertifikasi teknis kendaraan, Maxride adalah mobil roda 3.” ungkapnya
Kepala Dishub Kota Solo mengungkapkan, sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pihak Maxride.
“Maxride hingga sekarang ditunggu tunggu tidak ada niatan untuk resmi.” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Bambang Wijanarko mengatakan bahwa selama regulasi aturan sudah dipenuhi dari Maxride, pihak Garda siap bekerja bersama dengan Maxride di kota Solo.
” Garda Soloraya mendukung yang akan dilakukan Pemerintah Kota. Siap mengawal supaya ada tindakan, untuk menjaga kondusifitas Kota Solo. Jika tidak ada tindak lanjut dari demo yang berlangsung pada hari Kamis ini, Garda bersama dengan Tukang Becak siap untuk datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak. ” tegasnya.
Oleh : Agus Haryanto
Redaktur : Silvia Agnes








