LINGKARSOLO, SURAKARTA – Wali Kota Surakarta Respati Ardi langsung turun ke lokasi kebakaran yang melanda kompleks Asrama Polisi (Aspol) Panularan, Kecamatan Laweyan, Jumat (31/7/2026) sore. Dalam peninjauan tersebut, perhatian utama diarahkan pada kondisi warga yang rumahnya terdampak.
Kebakaran mengakibatkan sekitar 12 unit rumah terbakar. Dari pendataan sementara, 10 rumah masih dihuni keluarga, sementara dua unit lainnya diketahui kosong saat kejadian.
Respati menyampaikan keprihatinannya kepada para penghuni asrama. Ia juga bersyukur peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
“Kami turut prihatin dan berduka atas kejadian kebakaran hari ini. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” kata Respati.
Untuk memastikan warga tetap mendapat tempat aman, Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan sejumlah lokasi sebagai tempat tinggal sementara. Salah satunya adalah Guest House Rumah Dinas Wali Kota Loji Gandrung.
Evakuasi akan lebih dulu diarahkan kepada warga yang masuk kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak. Kebutuhan dasar mereka juga menjadi perhatian, termasuk makanan, pakaian anak, serta tempat beristirahat selama berada di pengungsian.
“Kita sudah siapkan dan akan segera mengevakuasi warga terdampak ke Guest House Loji Gandrung serta tempat-tempat milik Pemkot lainnya yang dapat digunakan sementara, terutama untuk lansia dan anak-anak,” ujarnya.
Penanganan di lapangan selanjutnya dikoordinasikan bersama BPBD Kota Surakarta. Tim akan mendata jumlah warga terdampak, melihat kondisi bangunan, sekaligus menghitung kebutuhan yang diperlukan untuk proses pemulihan setelah masa darurat berakhir.
Respati memastikan Pemkot Surakarta tidak hanya menangani kebutuhan warga pada saat evakuasi. Bantuan dan penanganan akan terus disesuaikan dengan kondisi penghuni rumah yang terdampak kebakaran.
Peristiwa di Aspol Panularan juga menjadi perhatian terkait pencegahan kebakaran di kawasan permukiman padat. Pemkot akan memperkuat pemetaan wilayah rawan serta meningkatkan edukasi mengenai langkah pencegahan kebakaran melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
“Permukiman padat akan terus kami intervensi dan sosialisasikan. Petugas Damkar Kota Surakarta juga siap siaga 24 jam untuk menangani risiko kebakaran,” tegasnya.
Dugaan awal di lokasi menyebut kebakaran berkaitan dengan obat nyamuk bakar dan benda lain yang mudah terbakar. Meski demikian, penyebab pastinya masih menunggu pemeriksaan dari pihak berwenang.
Pemkot juga akan memastikan proses pendataan dilakukan secara menyeluruh agar bantuan tidak terlewat. Warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara akan diarahkan ke lokasi yang telah disiapkan sesuai kebutuhan. Langkah ini dilakukan sambil menunggu hasil asesmen bangunan dan keputusan penanganan lanjutan. Respati meminta seluruh unsur terkait bergerak cepat sehingga kondisi warga dapat segera tertangani dan aktivitas penghuni yang terdampak bisa kembali berjalan secara bertahap setelah situasi memungkinkan dengan baik di masa mendatang.
Respati juga mendorong warga kembali menghidupkan pos kamling dan siskamling. Menurutnya, kewaspadaan lingkungan serta komunikasi antarwarga penting untuk mempercepat respons saat keadaan darurat terjadi.
Redaktur : Silvia Agnes









