Home Berita Di Hadapan Warga Muhammadiyah Solo, Menteri Abdul Mu’ti Ingatkan Bahaya Zona Nyaman...

Di Hadapan Warga Muhammadiyah Solo, Menteri Abdul Mu’ti Ingatkan Bahaya Zona Nyaman dalam Pendidikan

70
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed, mengingatkan pentingnya membangun pola pikir berkembang atau growth mindset di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pengajian Hari Bermuhammadiyah yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Minggu (31/5/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, salah satu tantangan terbesar dalam dunia pendidikan saat ini adalah munculnya sikap cepat puas terhadap pencapaian yang telah diraih. Kondisi itu dinilai dapat menghambat seseorang untuk terus belajar dan berkembang.

“Dalam kehidupan, kita mengenal fixed mindset dan growth mindset. Fixed mindset membuat seseorang merasa sudah cukup sehingga berhenti berkembang. Padahal dunia terus berubah dan menuntut kita untuk terus belajar,” ujarnya di hadapan ratusan peserta pengajian.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk manusia yang memiliki akhlak, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

“Pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai agama akan melahirkan generasi unggul yang siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan agama,” kata Abdul Mu’ti.

Kegiatan pengajian tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Sejak pagi, peserta telah memenuhi Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah untuk mengikuti rangkaian acara yang menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI tersebut.

Selain Abdul Mu’ti, acara juga dihadiri Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, jajaran Pemerintah Kota Surakarta, pimpinan Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam bidang pendidikan serta pembinaan karakter generasi muda.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Ketua PDM Kota Surakarta, Anwar Sholeh, kemudian menyampaikan sambutan sebelum acara memasuki sesi tausiah. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan prasasti PKBS Surakarta.

Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menyebut nilai-nilai yang selama ini diajarkan Muhammadiyah memiliki keselarasan dengan semangat pembelajaran berkelanjutan. Ia menilai budaya belajar, berinovasi, dan memberikan manfaat kepada sesama harus terus dipertahankan untuk menjawab berbagai tantangan masa depan.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menilai forum pengajian semacam ini memiliki peran penting dalam memperkuat kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan dukungan organisasi masyarakat dan seluruh elemen warga.

“Pemerintah Kota Surakarta terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan karakter generasi muda. Nilai keagamaan, kebangsaan, dan gotong royong harus terus ditanamkan agar lahir generasi yang siap menghadapi masa depan,” ujar Respati.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here