LINGKARSOLO, SURAKARTA – Ajang lari tahunan Solo Run Fest kembali digelar pada 2026. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, event yang menjadi kolaborasi antara PT SHA Solo dan Pemerintah Kota Surakarta tersebut menargetkan kehadiran 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Target tersebut meningkat dibanding penyelenggaraan tahun 2025 lalu yang diikuti sekitar 6.000 pelari. Kenaikan jumlah peserta menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kota Solo sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia.
Project Director Solo Run Fest, Rindrapuri, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pembaruan pada penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, Solo Run Fest 2026 mengusung konsep yang lebih modern dengan mengangkat budaya pelari atau runner culture sebagai identitas utama acara.
“Ada transformasi di Solo Run Fest tahun ini. Kami menghadirkan tema yang lebih modern dan mengajak seluruh pelari untuk mengekspresikan dirinya sendiri,” ujar Rindrapuri saat konferensi pers di Gedung Sasono, The Soga Eatery, Rabu (3/6/2026).
Ia mengatakan, perkembangan jumlah peserta terus menunjukkan tren positif sejak pertama kali digelar. Pada 2023 tercatat sekitar 4.000 peserta, kemudian meningkat menjadi 5.000 peserta pada 2024 dan 6.000 peserta pada 2025. Tahun ini panitia menargetkan 7.000 peserta dengan mengusung tema “Run The City. Feel The History”.
Warna identitas yang diangkat pada penyelenggaraan kali ini adalah pink fanta. Konsep tersebut dipilih untuk memperkuat nuansa segar, modern, dan dekat dengan gaya hidup komunitas lari yang terus berkembang.
Solo Run Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026. Start akan dilakukan di Stadion Manahan dan finish di Taman Balekambang. Panitia membuka tiga kategori lomba, yakni Half Marathon (HM), 10K, dan 5K.
Direktur Marketing PT SHA Solo sekaligus perwakilan Solo Run Fest, Aris Nuryanto, menyampaikan bahwa penyelenggara tetap mempertahankan standar teknis perlombaan yang telah mendapatkan sertifikasi rute dari PASI. Selain kompetisi lari, peserta juga akan disuguhi pameran produk olahraga serta kuliner khas Solo yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Surakarta terhadap penyelenggaraan Solo Run Fest. Menurutnya, manfaat event ini tidak hanya dirasakan sektor olahraga, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
“Hotel, restoran, kafe, pengemudi transportasi online, hingga pelaku usaha lokal ikut merasakan manfaat dari kegiatan seperti ini. Karena itu kami selalu menyambut baik masyarakat luar daerah yang datang ke Kota Solo,” kata Respati.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan acara, mulai dari komunitas, stakeholder, hingga masyarakat umum. Pemerintah Kota Surakarta bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan akan mendukung pengamanan serta kelancaran kegiatan.
Respati berharap dampak ekonomi dari Solo Run Fest dapat terukur dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung sport tourism karena ke depan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan daerah,” tandasnya.
Redaktur : Silvia Agnes








