Home Berita Dari Alun-alun Kidul Boyolali, Pesan Kapolres, Jangan Jadikan Pancasila Sekadar Hafalan

Dari Alun-alun Kidul Boyolali, Pesan Kapolres, Jangan Jadikan Pancasila Sekadar Hafalan

56
0

LINGKARSOLO, BOYOLALI – Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sekadar hafalan di ruang kelas. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali, Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra yang bertindak sebagai inspektur upacara mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tantangan bangsa saat ini tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah,” kata AKBP Indra saat membacakan sambutan Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Ia menilai kemajuan teknologi, perkembangan informasi, hingga dinamika geopolitik dunia harus dihadapi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang menjadi dasar berdirinya bangsa Indonesia.

AKBP Indra menyampaikan bahwa tema Hari Lahir Pancasila tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila bukan hanya penting untuk menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga relevan dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia.

Menurutnya, Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan. Ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, serta berbagai budaya dan agama mampu hidup berdampingan dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia bukan sekadar menjadi penonton dalam percaturan dunia internasional. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong terwujudnya perdamaian dan keadilan di tingkat global.

AKBP Indra menyebut kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa serta berbagai upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah menjadi bukti nyata implementasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Menutup amanatnya, AKBP Indra mengajak seluruh masyarakat memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta menolak segala bentuk intoleransi dan paham yang dapat memecah belah bangsa. Menurutnya, selama nilai-nilai Pancasila tetap dijaga dan diamalkan, Indonesia akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.

 

Oleh : Widodo

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here