LINGKARSOLO, SURAKARTA – Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Sri Kayu di Kota Solo kembali menjadi pusat perhatian para pelaku industri furnitur. Melalui Sri Kayu Furni Fest 2026 yang berlangsung mulai 4 hingga 6 Juli, puluhan pengrajin memamerkan berbagai produk unggulan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut merupakan agenda perdana yang menjadi bagian dari Road to Interfex 2026 sebelum pameran utama digelar di Tirtonadi Hall pada 5–9 Juli mendatang.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan, keberadaan Sentra IKM Sri Kayu harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha furnitur dan mebel.
“Kalau ada yang ingin mengadakan pameran di sini, sangat boleh. Tempat ini memang disiapkan untuk masyarakat agar produknya bisa diperkenalkan lebih luas,” kata Respati.
Ia menjelaskan pemerintah membuka kesempatan bagi para pelaku usaha untuk menggunakan fasilitas tersebut sebagai lokasi promosi. Dengan semakin sering dimanfaatkan, Sentra IKM Sri Kayu diharapkan menjadi etalase berbagai produk lokal hasil karya pengrajin Solo.
Respati juga mengungkapkan di lokasi tersebut tersedia berbagai fasilitas produksi yang dapat mendukung pengembangan industri furnitur. Karena itu, ia berharap para pengrajin tidak ragu memanfaatkan sarana yang telah disediakan pemerintah.
Selain pameran produk, Sri Kayu Furni Fest tahun ini menghadirkan konsep baru berupa seni instalasi. Kehadiran konsep tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung selama festival berlangsung.
Pemerintah Kota Surakarta juga menggandeng LKPP untuk memperluas akses pasar UMKM melalui e-Katalog pemerintah. Program tersebut diharapkan membuka peluang transaksi antara pelaku usaha dengan instansi pemerintah.
“Kalau sudah masuk e-Katalog, pemerintah bisa membeli produk di sana. Kami ingin transaksi dari belanja pemerintah juga dirasakan oleh UMKM,” ujar Respati.
Melalui festival ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap produk furnitur lokal tidak hanya dikenal masyarakat Solo, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional. Kehadiran Sri Kayu Furni Fest diharapkan menjadi langkah awal memperkuat ekosistem industri furnitur sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha yang mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dengan mengusung tema Smart and Sustainable Living, festival ini menjadi ruang promosi, kolaborasi, dan pengembangan industri kreatif berbasis furnitur yang diharapkan terus berkembang dari tahun ke tahun.
Redaktur : Silvia Agnes








