LINGKARSOLO, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersiap menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Tahun ini, jumlah pemudik yang diperkirakan akan memasuki wilayah Jawa Tengah mencapai sekitar 17,3 juta orang.
Besarnya mobilitas masyarakat tersebut membuat pemerintah daerah memperkuat berbagai persiapan. Fokus utama diarahkan pada aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan para pemudik selama periode arus mudik maupun arus balik.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan kesiapan tersebut saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama para kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah.
Rapat berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Senin (9/3/2026). Pertemuan ini digelar untuk menyamakan langkah seluruh daerah dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17,3 juta pemudik akan masuk ke wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Pertemuan dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah. Salah satunya Wali Kota Surakarta, Respati Ardianto, yang ikut dalam forum koordinasi tersebut.
Dalam rapat itu, berbagai sektor menjadi perhatian bersama. Pembahasan mencakup kesiapan sarana dan prasarana transportasi, ketersediaan bahan pokok, hingga upaya mitigasi terhadap potensi bencana selama masa libur Lebaran.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah provinsi jateng telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan membentuk posko terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jawa Tengah.
Selain itu, posko kewilayahan juga akan beroperasi di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan. Pemerintah juga menyiapkan posko pelayanan di 23 terminal tipe B yang tersebar di berbagai daerah.
Pengawasan lalu lintas akan diperkuat melalui patroli mobile di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan objek wisata, pusat keramaian, serta pasar tumpah yang biasanya ramai menjelang Lebaran.
Pemerintah juga menambah fasilitas pendukung berupa rambu lalu lintas portabel serta pemasangan sepuluh titik kamera pengawas atau CCTV di beberapa jalur strategis.
Selain pengaturan lalu lintas, program mudik dan balik gratis kembali disiapkan bagi para perantau. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi selama masa perjalanan mudik.
Pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum juga akan dilakukan secara berkala di terminal-terminal untuk memastikan keamanan perjalanan para penumpang.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mempercepat perbaikan jalan berlubang serta meningkatkan penerangan jalan pada jalur-jalur utama yang dilalui pemudik.
Sementara itu, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama periode Lebaran. Satgas Pangan terus melakukan pemantauan sekaligus menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Operasi pasar sudah dilakukan lebih dari 300 kegiatan di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Luthfi.
Selain pangan, pasokan energi juga dipastikan dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan dari Pertamina dan PLN, stok elpiji, bahan bakar minyak, dan listrik dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa Lebaran.
Luthfi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena pasokan energi tersedia dalam jumlah memadai.
Redaktur : Silvia Agnes








